Senin , 15 Juli 2024
Home / BENGKAYANG / Gidot Sambut Mahasiswa UGM KKN di Perbatasan

Gidot Sambut Mahasiswa UGM KKN di Perbatasan

ED65FF79-283E-4929-8BF8-8C9AB080557A

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Bupati Bengkayang Suryadman Gidot sambut 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bengkayang, khususnya di perbatasan Jagoi Babang, di aula Kantor Bupati, Senin (1/7).

64B201AC-9394-460A-AE39-7CEC61ED2052

“Saya berharap agar mahasiswa UGM yang melaksanakan KKN dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Jagoi Babang,” ungkap Gidot saat menyambut kedatangan mahasiswa UGM.

Menurut Bupati dua periode ini, pengiriman mahasiswa KKN UGM di Bengkayang merupakan yang kesekian kalinya dan bukan hanya dari UGM saja, melainkan dari berbagai Perguruan Tinggi. Ia berharap agar Ilmu pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa dapat diaplikasikan kepada masyarakat sehingga memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

Disamping itu, dalam sambutannya, Bupati turut memaparkan kondisi geografis dan potensi yang dimiliki Bengkayang secara khusus Jagoi Babang.

Sementara, Kepala Sub Direktorat KKN, Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, DR. Ir. Ambar Kusumandari, menyebutkan jumlah mahasiswa UGM yang dikirim KKN di Jagoi Babang sebanyak 30 orang dari berbagai disiplin ilmu, yakni Fakultas Isipol, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Budaya, Filsafat, Psikologi, Hukum, Pertanian, Peternakan, Kedokteran Hewan, Kehutanan, MIPA, Teknik, Geografi serta Biologi. Dari jumlah tersebut akan disebarkan pada dua desa, Sekida dan Kumba.

Adapun program unggulan yang menjadi prioritas pengabdian masyarakat KKN ini adalah Pembuatan Master Plan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pengembangan Beras Hitam.

“Jagoi Babang memiliki potensi pariwisata baik dari potensi alamnya maupun potensi geografisnya sebagai daerah perbatasan,” jelas Ambar Kusumandari.

Selain itu, atas kondisi geografisnya, Jagoi Babang memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sedangkan, untuk pengembangan beras hitam, dikatakan Ambar, tanaman tersebut saat ini sudah mulai langka sehingga perlu dikembangkan kembali.

“Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu untuk menemukan formula pengembangan sumber daya genetis tanaman beras hitam agar tidak punah,” tegasnya.

Terakhir, Ambar mengatakan waktu pelaksanaan KKN dimulai pada tanggal 28 Juni dan akan berakhir 18 Agustus 2019. Mahasiswa akan ditempatkan dikediaman warga setempat di Desa Sekida dan Kumba. Adapun program KKN itu sendiri dijalankan dengan konsep Interdisipliner yakni adanya kerjasama antar berbagai disiplin ilmu.

Seperti di ketahui, tahun ini sebanyak 5 ribu lebih Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta keseluruh pelosok Indonesia, kecuali DKI Jakarta dan Sulsel untuk mengikuti praktek pengabdian kepada masyarakat, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dan salah satu daerah yang dipilih adalah Kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kecamatan Jagoi Babang. (Titi)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Tegaskan Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak, Perintahkan OPD Teknis Cek Lapangan

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menegaskan para pengusaha sarang burung walet memiliki kewajiban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *