
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Sigit Purnomo mengungkapkan, mulai Juni 2026, Kabupaten Sanggau memasuki musim kemarau.
“Berdasarkan BMKG sudah masuk musim panas. Hujan berkurang, dan kemungkinan tidak ada hujan. Cuma di bulan ini (Mei, red), muka air Sungai Kapuas masih tetap naik. Bahkan di atas rata-rata,” ungkap Sigit, Jumat (29/05/2026).
Ia mengatakan, hingga pertengahan Juni, berdasarkan prediksi, masih akan ada hujan, meski tak begitu lebat. Sigit pun meminta masyarakat waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi ancaman utama musim kemarau.
“Yang kita waspadai adalah kebakaran hutan dan lahan. Itu yang kita antisipasi. Menjelang musim kemarau positif dipastikan Karhutla,” tuturnya.
Berdasarkan pengalama yang sudah-sudah, Karhutla lebih diakibatkan ulah manusia. Umumnya membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran tersebut biasanya merambat ke lahan-lahan di luar pengelolaan masyarakat.
“Namun kita juga tidak bisa menyalahkan masyarakat, karena sudah menjadi kebiasaan,” ucapnya.
Untuk antisipasi agar tidak meluas, kata Sigit, BPBD Sanggau memberikan imbauan maupun penyuluhan kepada masyarakat, terkait kondisi-kondisi rawan kebakaran.
“Ada plang-plang imbauan kita jangan membakar hutan karena daerah tersebut rawan kebakaran. Kita juga meminta masyarakat jika membakar agar melaporkan aparat setempat,” sebutnya.
Sigit pun mengungkapkan wilayah-wilayah di Kabupaten Sanggau yang kerap menjadi “langganan” Karhutla yaitu Tayan, Balai Karangan, Kembayan dan Kapuas.
“Yang kemarin itu cukup berat itu daerah Tayan karena ada lahan gambut di sana,” sebutnya.
Petugas-petugas pun, lanjut Sigit selalu siap jika terjadi Karhutla. Sedangkan terkait sarana dan pra sarana (Sapras), sampai saat ini ia mengaku meski belum mencukupi, namun bisa untuk mengantisipasi Karhutla.
“Kalau bicara cukup, ya memang belum cukup. Perlu adanya penambahan Sapras,” tutupnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya