
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. PT. ASP menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau gunan memperkuat implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan perusahaan sawit tersebut.
Salah satunya melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) simulasi tanggap darurat pemadaman kebakaran yang digelar Rabu (15/06/2026) di kantor PT. ASP. Pihak perusahaan menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Andy Darmawan dan Kasi Pencegahan Kristian Hendro dan Analis Bencana serta Analis Kebencanaan dan diback up personel PUSDALOPS.
Andy Darmawan mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta tangguh terhadap potensi bencana.
“Selain itu, kegiatan ini juga mendukung kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta penanggulangan bencana di Indonesia,” kata Andy.
Dalam Bimtek tersebut nara sumber memberikan materi, edukasi, serta praktik lapangan mengenai penanganan keadaan darurat, prosedur evakuasi, dan teknik pemadaman kebakaran.
“Materi yang diberikan dipadukan dengan simulasi agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Alat Pemadam Api Berat (APAB), maupun peralatan pemadam lainnya sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
“Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara benar sebagai bagian dari upaya perlindungan diri saat menghadapi situasi darurat,” terang Andy.
Senada diungkapkan Kristian Hendro. Ia mengatakan pelaksanaan sosialisasi dan simulasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh peserta terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kemampuan mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam kondisi darurat.
“Diharapkan setiap peserta mampu memahami alur penanganan keadaan darurat, melaksanakan proses evakuasi secara aman, serta mengimplementasikan langkah-langkah pemadaman kebakaran secara efektif guna meminimalkan dampak dan risiko yang lebih besar,” ujar Hendro.
Melalui sinergi antara PT. ASP dan BPBD Kabupaten Sanggau, diharapkan tercipta sumber daya manusia yang lebih siap, sigap, dan kompeten dalam menghadapi potensi kebakaran maupun bencana lainnya, sehingga keberlangsungan operasional perusahaan dapat tetap terjaga dengan mengedepankan aspek keselamatan seluruh pekerja dan lingkungan kerja. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya