
KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H., bersama Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, membuka Rapat Sinkronisasi dan Integrasi Program Kerja antara TP PKK Provinsi Kalimantan Barat dengan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Orchard, Jalan Gajah Mada, Pontianak, Selasa (28/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Erlina, menegaskan bahwa TP PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan berbasis keluarga. Melalui 10 Program Pokok PKK, berbagai program kerja tahun 2026 telah disusun mencakup pembinaan karakter keluarga, pendidikan, ekonomi, ketahanan pangan, hingga kesehatan keluarga.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antara TP PKK dan Perangkat Daerah menjadi kunci agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini TP PKK Provinsi Kalimantan Barat berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar program yang dilaksanakan dapat berjalan maksimal. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi sehingga program dapat ditindaklanjuti oleh dinas dan dilaksanakan bersama di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erlina menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat, seperti peningkatan kesejahteraan keluarga, penurunan angka stunting, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat.
Ia juga berharap dukungan penuh dari OPD, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun integrasi program dan anggaran.
“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menghindari duplikasi kegiatan serta memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efektif dan efisien,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, program kerja TP PKK dibagi dalam beberapa kelompok kerja (Pokja), yaitu:
• Pokja I, berfokus pada penghayatan dan pengamalan Pancasila serta penguatan karakter keluarga, melalui program PAAREDI, Keluarga Sadar Hukum, hingga perlindungan perempuan dan anak.
• Pokja II, menitikberatkan pada peningkatan pendidikan keluarga, pemberdayaan ekonomi melalui UP2K, penguatan koperasi, serta pengembangan UMKM berbasis potensi lokal dan digitalisasi.
• Pokja III, berfokus pada ketahanan pangan keluarga melalui program Aku Hatinya PKK, pemanfaatan pekarangan, sandang berbasis budaya, serta tata kelola rumah tangga yang adaptif.
• Pokja IV, berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan keluarga, termasuk percepatan penurunan stunting, penanganan AKI/AKB, serta edukasi kesehatan remaja.
Erlina menyampaikan bahwa seluruh program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan program OPD, seperti bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, serta perlindungan perempuan dan anak.
Melalui rapat sinkronisasi ini, ia mengajak seluruh pihak untuk mengidentifikasi titik temu program dan menyusun langkah konkret sinergi, baik pada tahap perencanaan maupun implementasi di lapangan. Program juga diharapkan berbasis data dan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran serta berdampak nyata.
Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi peran kader PKK sebagai ujung tombak yang mampu menjangkau hingga tingkat desa dan keluarga.
Erlina juga menegaskan bahwa pengurus TP PKK yang berstatus ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat wajib hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan, serta menggunakan seragam PKK sebagai bentuk komitmen dan identitas kelembagaan.
“Hal ini penting untuk menunjukkan keseriusan kita dalam membangun sinergi serta memperkuat citra TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah. Saya juga berpesan agar seluruh pengurus terus meningkatkan koordinasi, memperkuat kapasitas kader, serta aktif membangun komunikasi dengan OPD di setiap tingkatan,” tutupnya. (irf/ica)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya