Jumat , 12 Juni 2026
Home / NEWS / Komitmen Bersama Cegah dan Tanggulangi Karhutla di Sanggau

Komitmen Bersama Cegah dan Tanggulangi Karhutla di Sanggau

Foto—Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau, Kristian Hendro memberikan materi di sosialisasi pencegahan dan penanganan Karhutla yang diinisiasi PT. ASP, Kamis (11/06/2026) di aula Kantor Camat Kapuas—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau 2026 digelar Kamis (11/06/2026) di aula Kantor Camat Kapuas.

Acara yang diinisiasi PT. ASP tersebut dihadiri perwakilan dari Kecamatan Kapuas dan Mukok yang merupakan wilayah kerja PT. ASP. Hadir pula perwakilan Kapolres, Danramil Kapuas, Manggala Agni, dan BPBD Sanggau.

“Harapan kami di tahun 2026 ini sinergitas antara pemerintah dunia usaha, akademisi, dan masyarakat ini sama-sama saling bahu membahu sama-sama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Kristian Hendro, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau.

Dalam kesempatan tersebut, Hendro, kerap ia disapa, juga memberikan materi terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Ia mengatakan, Kabupaten Sanggau, khususnya Kecamatan Kapuas sering terjadi kebakaran.

“Yang sering kebakaran ini di wilayah Kelurahan Sungai Sengkuang, Ilir Kota, termasuk juga Bunut. Jadi dalam kota saja sudah sering kebakaran, tetapi untuk para peladang atau petani, memang sudah ada Perdanya nomor 14 tahun 2022, tapi itu juga ada mekanisme yang harus mereka ikuti dan taati. Jadi satu KK itu bisa buka lahan maksimal dua hektar, dan meraka harus melapor ke Babinsa, Babinkamtibmas, atau kepala desa,” beber Hendro.

Sementara itu Manajer Humas PT. ASP, Rafii Rangkuti sosialisasi tersebut merupakan kegiatan rutin sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

“Ke depannya kita dapat mengantisipasi Karhutla bersama masyarakat, pemerintah, Muspika, BPBD, Manggala Agni. Kita sama-sama melakukan patroli. Kita ada juga tim yang bergerak di lapangan untuk melakukan pemantuan melalui menara atau pun patroli,” katanya.

Terkait kewajiban ketersedian peralatan pemadam, Rafii mengaku perusahaannya sudah tersedia 100. Audit terhadap perlengkapan sarana dan prasarana (Sapras) juga dilakukan berkala.

 

“karena untuk kelengkapan sapras ini kita dipantau dinas terkait, baik dari personel, perlengkapannya, sampai mesinnya. Kita sudah lihat kondisinya dan dipastikan layak pakai. Termasuk embung atau sumber air, kemarin sudah kita lihat potensi airnya. Karena itu salah satu pendukung dalam pemadaman,” pungkasnya. (Ram)  

Tentang Redaksi

Cek Juga

Hadiri Paripurna Ke-21, Cornelis Kawal Agenda Strategis Pemerintah

  KALIMANTAN TODAY, JAKARTA – Anggota Komisi XII sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, …