Senin , 1 Juni 2026
Home / NEWS / Mitigasi Karhutla, Minta Masyarakat Lapor ke Kodim Jika Temukan Titik Api

Mitigasi Karhutla, Minta Masyarakat Lapor ke Kodim Jika Temukan Titik Api

Foto—Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Mitigasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau terus dilakukan. Mengingat, berdasarkan prediksi BMKG, mulai Juni 2026 sudah memasuki musim kemarau.

Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Bencana, Letkol (Inf) Nurrachman Gindha Dradhizya menjelaskan, penyebab Karhutla ada dua yaitu alam (cuaca) dan manusia.

“Tentunya kalau dari segi cuaca, kita antisipasi dengan menyiapkan sarana dan pra sarana berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pencegahan dini,” kata Dandim, Senin (01/06/2026).

“Sedangkan untuk manusianya, karena tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) untuk pembakaran aturan pembukaan lahan, kami berkoordinasi dengan seluruh Pemda hingga kecamatan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara membakar, lebih dulu melapor ke Makodim atau aparat setempat.

“Karena dari kejadian sebelumnya, setelah kita teliti dan awasi banyak masyarakat yang membuka lahan dan kita tidak diberitahu sehingga kita harus memadamkan apinya di daerah-daerah terpencil. Setidaknya kita sudah ada langkah-langkah preventif,” ungkapnya.

Tak hanya itu, edukasi pada masyarakat terkait optimalisasi lahan juga diberikan. Dandim mengatakan, jika optimalisasi lahan lebih menguntungkan ketimbang membuka lahan baru, pihaknya tetap menyarankan masyarakat melakukan optimalisasi lahan yang sudah ada.

“Masyarakat juga harus mengerti terkait edukasi bagaimana optimalisasi lahan dengan pembukaan lahan baru,” sebut Dandim.

Lebih lanjut, daerah-daerah rawan Karhutla dengan klasifikasi tinggi, sedang, dan rendah juga telah dipetakan.

“Di Kodim saat ini kami sudah mendirikan Posko Satgas Bencana. Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik-titik api sudah potensi. Jadi kalau kita di Sanggau ini ketika kemarau itu Karhutla, kalau hujan itu banjir. Jadi Satgas kami tidak berhenti,” bebernya.

Dandim menegaskan, pencegahan maupun penanganan bencana harus berkolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk Pemda dan masyarakat. Wilayah Kabupaten Sanggau yang luas tak sebanding dengan personel yang ada.

“Contoh saja dalam satu kecamatan itu luasnya bisa 500 kilo meter persegi. Jadi cakupannya sangat luas. Personel kita saja tidak akan cukup. Kita kolaborasi untuk mitigasi pencegahan sebelum terjadi. Saat ini kami sudah melakukan itu. Mendata ke daerah-daerah, dan mengimbau masyarkat ketika membakar lahan harus memberitahukan kepada Kodim,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Juni 2026 Masuk Musim Kemarau, BPBD Sanggau Waspada Karhutla

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, …