Senin , 23 Februari 2026
Home / HOT NEWS / Perjanjian Dagang RI-AS, Cornelis Wanti-wanti Kedaulatan Energi: Jangan Beli Migas AS, Lindungi Nikel hingga Uranium!

Perjanjian Dagang RI-AS, Cornelis Wanti-wanti Kedaulatan Energi: Jangan Beli Migas AS, Lindungi Nikel hingga Uranium!

Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis/dok

 

KALIMANTAN TODAY, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI dan juga Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Cornelis merespon isu yang sedang hangat dibicarakan oleh publik.

Saya tekankan masalah minyak dan gas, jangan beli dengan USA! Kita harus mandiri. Menyerahkan ketahanan energi kita ke tangan Amerika Serikat melalui instrumen perjanjian yang cacat ini sama saja dengan bunuh diri kedaulatan

Isu tersebut mengenai Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang tengah mengalami ketidakpastian hukum. Cornelis, menyoroti ancaman besar kesepakatan tersebut terhadap kedaulatan sumber daya alam dan energi nasional.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan yang bermitra dengan sektor energi, sumber daya mineral, lingkungan, dan investasi, Cornelis menilai perjanjian ART bisa menjadi pintu masuk eksploitasi yang lebih luas terhadap kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) strategis bangsa.

Hal ini merujuk pada salah satu klausul perjanjian ART di mana Indonesia dituntut untuk menghapus pembatasan ekspor ke AS untuk semua komoditas industri mineral kritis.

“Jika kita tetap membuka keran ekspor mineral mentah di tengah ketidakpastian hukum ini, kita sama saja menggadaikan kedaulatan energi nasional. Ini akan menghancurkan cetak biru hilirisasi nikel dan kobalt yang dibangun susah payah,” papar Cornelis dengan nada tegas.

Lebih jauh, Mantan Gubernur Kalimantan Barat dua periode ini mengingatkan bahwa potensi eksploitasi tersebut bisa merambah ke SDA lain yang sangat vital bagi masa depan bangsa.

“Bahkan, ini berpotensi merambah ke SDA kita yang lain yang sangat vital seperti uranium dan thorium atau logam tanah jarang lainnya. Kekayaan alam kita tidak boleh dikeruk hanya berdasarkan gertakan kebijakan yang terbukti cacat hukum,” tambahnya.

Selain masalah ekspor bahan mentah, Cornelis juga menolak keras komitmen impor energi berskala besar dari Amerika Serikat yang tercantum dalam kesepakatan ART. Ia mendesak agar Indonesia berdikari dalam pemenuhan energi nasional.

“Saya tekankan masalah minyak dan gas, jangan beli dengan USA! Kita harus mandiri. Menyerahkan ketahanan energi kita ke tangan Amerika Serikat melalui instrumen perjanjian yang cacat ini sama saja dengan bunuh diri kedaulatan,” serunya.

Menutup responnya, terkait putusan Mahkamah Agung AS yang baru-baru ini membatalkan kewenangan tarif Presiden Trump, Cornelis mendesak pemerintah untuk memanfaatkan momentum tersebut guna menyelamatkan hajat hidup rakyat.

“Negara ini berdaulat, dan kita tidak boleh mengorbankan hajat hidup rakyat. Pemerintah harus segera membekukan perjanjian ini,” pungkas Cornelis. (Sopian Lubis)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Di Bulan Ramadan, Ria Norsan Ajak Umat Muslim Untuk Berbagi

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melaksanakan sholat tarawih bersama keluarga …