
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Stepenus Jonedi mengaku pelaksanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sanggau belum mencapai target.
Tahun 2025, pelaksanaan program CKG hanya di kisaran delapan persen, dari target 10 persen. Sedangkan untuk 2026, hingga Mei, baru di kisaran dua persen. Ia berharap masyarakat menfaat program pemerintah tersebut untuk mengecek kesehatan mereka.
“Jadi tantangan juga bagi kita. Karena kalau kita dari bidang kesehatan ini kita berharap semua masyarakat ini punya aplikasi Satu Sehat. Kan sudah jamannya IT. Jadi Satu Sehat itu bisa dikatakan password-nya bidang kesehatan. Jadi kalau kita kemana pun, ke Papua, Aceh, status kesehatan kita sudah bisa dilihat. Tapi ini kita ingin mencapai target dulu,” bebernya.
Ia menyebut beberapa faktor penyebab masih minimnya partisipasi masyarakat di program CKG antara lain, faktor usia lanjut, serta masih adanya stigma tabu untuk mengetahui penyakit.
Step, sapaan akrab Stepanus Jonedi, mengatakan saat ini pusat layanan kesehatan telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Pelayanan fokus pada kelompok usia.
“Kalau dulu itu masih terkooptasi kinerja kita. Bagian menular sendiri, usia sendiri. Tapi adanya siklus hidup, paradigma itu tertransformasi jadi sikluas hidup atau Integrasi Layanan Primer. Jadi dari nol kembali ke nol, bayi balita, anak sekolah, remaja, ibu hamil, kemudian usia lanjut (Usila) selesai, kembali lagi ke nol. Jadi pengelompokkannya usia. Tidak lagi per penyakit,” bebernya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya