Jumat , 18 September 2026
Home / NEWS / Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sanggau Tak Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sanggau Tak Diperpanjang

Foto—Wabup Sanggau, Susana Herpena memasangkan kopiah kepada Anggota Satgas Karhutla Mabes TNI pada acara melepas tim penyuluh Karhutla ke Jakarta, Jumat (18/09/2026)—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau dinilai sudah dapat dikendalikan. Pemkab Sanggau pun berencana tak memperpanjang status tanggap darurat yang berakhir pada 20 September.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati yang juga Komandan Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau Susana Herpena usai melepas tim penyuluh Karhutla dari Mabes TNI ke Jakarta, Jumat (18/09/2026) di aula Daranante, Kantor Bupati Sanggau.

“Kita nanti per tanggal 20 September terakhir tanggap darurat. Kita lihat kondisi cuaca dan udara untuk Sanggau mulai pulih dan sehat. Kita tak akan melakukan perpanjangan status Tanggap Darurat,” kata Susana kepada awak media.

Selain melihat kondisi, Pemda juga mengantisipasi beberapa kegiatan dalam rangka penyerapan APBD 2026. Seperti diketahui dana yang disediakan selama status tanggap darurat mencapai Rp. 2 miliar.

“Jadi kami pertimbangkan untuk tidak melanjutkan status tanggap darurat,” sebutnya lagi.

Susana mengatakan per hari ini, Jumat (18/09/2026) Kabupaten Sanggau nol titik panas (hot spot). Jumlah ini jauh menurun dari tiga hari sebelumnya, yang mencapi 400-an hot spot.

“Harapan saya juga walupun tidak diperpanjang, Satgas tetap bekerja di bawah pemantauan Pak Sekda dan BPBD Kabupaten Sanggau,” katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Karhutla, masih ada sekitar 549,78 hektar ladang yang belum selesai pembakaran.

“Tapi kalau membakar lahan sekarang, berpengaruh pada siklus. Kalau membakar di bulan September dan Oktober, angin sudah kuat. Bahaya juga karena akan berdampak akan meluas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Susana juga berterima kasih pada tim penyuluh dari Mabes TNI yang sudah bekerja maksimal. Mereka terjun langsung memberikan penyuluhan dan edukasi ke peladang-peladang agar tak membuka lahan dengan cara membakar.

“Bahkan sampai ke dusun-dusun, sehingga penyebaran hot spot bisa diatasi. Harapan kita Karhutla tahun depan bukan menjadi agenda rutin lagi,” ucap Susana. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Bupati Yohanes Ontot: Saya Tak Bisa Intervensi Hasil Open Bidding

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Hasil lelang jabatan (open bidding) telah diumumkan pada Jumat (11/09/2026). Nama-nama yang masuk …