
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Wakil Bupati yang juga Komandan Satgas Karhutla Sanggau, Susana Herpena, mengaku kecewa lantaran Kabupaten Sanggau tak masuk sebagai penerima bantuan Presiden Prabowo melalui Kementerian Kehutanan terkait penangan Karhutla.
“Kalau kecewa, ada rasa kecewa, karena di tengah efisiensi kita kesulitan. Kita lihat bagaimana kerja sama dan gotong royong di lokasi, saya turun langsung juga melihat kondisi ini (Karhutla),” kata Susana Herpena, Rabu (18/09/2026).
Bukan tanpa alasan, hingga saat ini Kabupaten Sanggau belum bebas dari Karhutla. Bahkan status tanggap darurat masih berlaku hingga 20 September mendatang.
“Padahal kita sudah dua kali status tanggap darurat. Memang kita berusaha untuk mengatasi situasi ini dengan cepat, karena wilayah kita berbatasan dengan Sekadau, Landak, Ketapang, dan berbatasan langsung dengan Serawak Malaysia,” terang Susana.
Ia mengatakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) bencana Kabupaten Sanggau Rp 2 miliar tidak cukup untuk menangani secara keseluruhan. Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Sanggau yang terdiri dari 15 kecamatan, 163 desa dan 800 lebih dusun.
“Harapan kami kepada Pak Gubernur, Pak Presiden tentunya kementerian dan BNPB juga, mohon untuk hal ini agar Kabupaten Sanggau bisa dijadikan prioritas untuk bisa mendapatkan bantuan Karhutla,” pintanya.
Susana mengaku telah memerintahkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Didit Richardi untuk melayangkan surat mempertanyakan mengapa Kabupaten Sanggau tak masuk dalam daftar bantuan Karhutla.
“Harapan saya apa yang menjadi prioritas dan dibutuhkan Sanggau terkait peralatan Karhutla segera diusulkan dan menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat dan provinsi. Karena saya lihat ada Rp 60 miliar anggaran provinsi agar bisa diprioritaskan untuk Sanggau, karena Sanggau tak dapat bantuan dari Presiden,” ungkap Susana. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya