
KALIMANTAN TODAY, INDRAMAYU – Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI ke Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (CISEM) II di PT. Perusahaan Gas Negara subholding PT. Pertamina (Persero), Komplek Kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (17/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi XII terhadap pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur gas bumi nasional, khususnya Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II.
Rangkaian Kunspek berlangsung pada 17–19 September 2026 dan mencakup pertemuan dengan pemangku kepentingan sektor migas di antaranya Kementerian ESDM, Pertamina, BPH Migas, PLN, dan lain-lain.
CISEM II membentang pada ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur sepanjang sekitar 245 kilometer dan dibangun menggunakan APBN melalui skema kontrak tahun jamak. Nilai kontrak konstruksi proyek ini sekitar Rp2,8 triliun. Pengaliran gas perdana dilakukan pada 18 Maret 2026, sementara commissioning di Kandang Haur Timur kemudian menandai kesiapan operasional penuh jaringan tersebut.
Cornelis menekankan bahwa setelah proyek selesai dibangun dan mulai beroperasi, pengawasan perlu diarahkan pada seberapa optimal infrastruktur tersebut digunakan serta manfaat nyata yang dihasilkan dari investasi negara.
“Kita terus mengkaji dampak dari project ini, sampai berapa tahun dan keuntungannya untuk negara seperti apa,” ujar Cornelis.
Menurutnya, evaluasi terhadap proyek tidak cukup hanya melihat pembangunan fisik. Utilisasi pipa, kepastian dan kontinuitas pasokan gas, volume yang disalurkan, konsumen yang menyerap gas hingga keekonomian dan tarif pengangkutan menjadi bagian yang perlu dicermati. Hal tersebut juga menjadi fokus Kunspek Komisi XII terhadap CISEM II.
CISEM II diproyeksikan memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Jawa dan membuka akses pasokan bagi sektor industri, kelistrikan, kilang hingga pupuk.
Karena itu, Cornelis mendorong agar keberadaan infrastruktur tersebut pada akhirnya dapat diterjemahkan menjadi pemanfaatan gas domestik yang lebih optimal serta manfaat ekonomi yang terukur dari aset yang dibangun menggunakan anggaran negara. *
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya