Senin , 3 Agustus 2026
Home / NEWS / BPBD Sanggau Akui Kesulitan Air untuk Padamkan Karhutla

BPBD Sanggau Akui Kesulitan Air untuk Padamkan Karhutla

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Sigit Purnomo

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah-tengah musim kemarau, menjadi persoalan tersendiri bagi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau.

Hal itu diakui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Sigit Purnomo. Ia menyebut para petugas pemadam kerap kesulitan air ketika memadamkan api di titik-titik terjadi Karhutla. Terlebih ketika terjadi di kawasan berbukit yang jauh dari sumber air. Sumber air yang ada pun sudah banyak surut.

“Sehingga harus membawa air dari luar,” kata Sigit.

Karena ia mengimbau masyarakat, dengan kondisi kemarau saat ini tak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Kalau pun terpaksa membakar, ia minta hati-hati.

“Kalau untuk membakar lahan itu kan sudah ada surat edaran dari Gubernur Kalbar yaitu di bawah dua hektar. Tentu ada aturannya. Yang perlu kami sampaikan juga apabila harus membakar lahan, harus melapor ke aparat setempat, baik aparat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, sehingga ada antisipasi. Kalau tidak melapor akan berisiko,” bebernya.

Ia mengungkapkan, kemarau kali ini diprediksi selesai di akhir Agustus 2026.

“September biasanya sudah turun hujan,” ujarnya.

Hingga Juli 2026, Sigit menyebut ada 1340 titik panas (hot spot) di 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau. Jumlah terbanyak di Kecamatan Meliau dengan 232 titik. Kecamatan Parindu sebanyak 216 titik. Sedangkan Kecamatan Kembayan 145 titik. Jumlah titik panas tersebut terbagi menjadi tiga: rendah, sedang, dan tinggi. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Berusia 73 Tahun, Cornelis Bersyukur Masih Kuat Keliling Indonesia Jalankan Tugas DPR

KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Anggota DPR RI sekaligus tokoh politik senior, Cornelis, merayakan hari ulang tahun …