
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Naiknya sejumlah harga barang diakui sangat berpengaruh terhadap jalannya proyek-proyek fisik pemerintah di Kabupaten Sanggau. Hal itu diakui Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aris Sudarsono.
“Tahun ini terjadi kenaikan harga barang, yang tentunya akan mempengaruhi standar satuan harga (SSH). Terutama barang-barang konstruksi, besi, semen, pasir, plastik, seng dan sebagainya. Tentunya perencanaan yang sudah kita buat di awal tahun atau tahun sebelumnya, perlu kita review. Perlu kita sesuaikan dengan harga terkini,” kata Aris, belum lama ini.
Namun ia menduga kenaikan harga masih akan terus terjadi. Karenanya ia meminta kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar harga yang telah dibuat HPS-nya, itulah yang digunakan.
“Tidak harus menunggu harga ini berhenti naik. Tentunya selain mempengaruhi SSH dan dokumen perencanaan, juga mempengaruhi waktu pelaksanaan, bakal mundur,” ungkapnya.
“Makanya untuk sampai pertengahan Juni ini yang baru kita kerjakan maupun kita tender. Paket-paket pengadaan langsung, masih tahap kita hitung kita buat perencanaanya. Itu pengaruhnya masalah harga DED dan waktu pelaksanaanya,” terang Aris.
Karena kenaikan harga barang tersebut, ia menyebut akan ada pengurangan volume pekerjaan. Misalnya pajang jalan. Jika pengerjaan bangunan gedung, akan ada beberapa bangunan pelengkap yang mungkin dikurangi. Intinya kata Aris, kegiatan-kegiatan fisik tetap menghasilnya yang fungsional.
“Kalau kita lihat misalkan BBM, untuk proyek ini kan tidak bisa menggunakan pertalite. Harus pertamax. Sedangkan pertamax baru-baru ini naik signifikan. Bahkan sampai Rp.16 ribu lebih. Ini akan mempengaruhi sekitar 10-20 persen. Tapi kita membuat supaya perencanaan itu menghasilkan kualitas pekerjaan sama, mutunya sama dan tetap fungsional,” ungkap Aris. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya