Sabtu , 15 Juni 2024
Home / NEWS / Inflasi di Pontianak Masih Terkendali

Inflasi di Pontianak Masih Terkendali

154f688b-f068-4d93-b96b-e94f394a6af9

 

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan, angka inflasi Kota Pontianak masih terkendali, yakni di angka 3,5 plus minus 1 sebagaimana hasil laporan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalbar. “Angka tersebut masih tergolong terkendali,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak di Aula Abdul Muis Muin, Senin (23/12).

Kemudian, lanjutnya, dalam menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru, pihaknya juga sudah mempersiapkan antisipasi untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi seperti gejolak harga di pasaran. Hingga saat ini berdasarkan hasil pantauan di pasaran, harga bahan pokok juga masih dalam kondisi normal. “Tidak ada hal-hal signifikan yang mempengaruhi tingkat inflasi di Kota Pontianak,” jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan produksi, distribusi dan pasar. Dirinya berharap dengan komunikasi yang terjalin antar berbagai instansi, apabila terjadi sesuatu bisa dilakukan tindakan secepatnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus melakukan inovasi untuk bisa mengendalikan inflasi. Ia juga mengatakan terkait ketersediaan stok gas, bahan bakar minyak juga tersedia untuk tiga bulan kedepan. “Dengan adanya penambahan gas subsidi tiga kilogram, ini bisa mengatasi masalah kelangkaan gas yang beberapa waktu lalu terjadi,” terangnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Prijono menerangkan, berdasarkan data, tercatat deflasi Kota Pontianak hingga Desember 0,07 persen. Sementara untuk year on year 3,54 persen. Kemudian untuk Januari hingga November 2,23 persen. Jika diperhatikan pada bulan Desember dalam tiga tahun terakhir inflasi sekitar 0,9 persen. “Kami memperkirakan bisa lebih rendah dari itu,” imbuhnya.

Menurutnya, jika hal tersebut tercapai maka Kota Pontianak akan mencapai target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen. Namun demikian, beberapa komoditas yang perlu diwaspadai seperti daging ayam, telur ayam, bawang dan cabe. Dikatakannya saat ini yang perlu dilakukan adalah memastikan pasokan memadai, termasuk beras dan elpiji serta bahan bakar lainnya. “Tiket pesawat juga diharapkan tidak menjadi penunjang inflasi,” pungkasnya. ( jim )

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Dinkes Sanggau Klaim Periode 2022-2023 Persentase Stunting Turun Hampir 10 Persen

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Menekan angka stunting menjadi salah satu target Pemerintah Kabupaten Sanggau. Optimis angka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *