
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Sanggau dan di Kalimantan secara umum menjadi pelajaran berharga betapa pentingnya upaya pencegahan dan mitigasi.
“Yang ditekankan BPBD sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat itu kita lebih menekankan kesiapsiagaan dan mitigasi. Jadi akan memperbanyak segi sebelum terjadinya kebakaran,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sanggau, Didit Richardi, Selasa (27/10/2026).
Ke depan, kata Didit, anggaran akan diarahkan pada kegiatan non fisik, seperti sosialisasi ke kecamatan dan desa-desa, mengingatkan bahayanya Karhutla.
“Kalau karhutla terjadi, uang yang dikeluarkan lebih besar dari pencegahannya. Pola kita akan berubah ke depannya, seiring berubahnya struktur organisasi BPBD, kita lebih pada pencegahan dan mitigasi,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat juga berperan aktif mencegah Karhutla. Dengan peran serta semua pihak, Didit yakin Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.
“Karhutla ini tak hanya dipicu manusia tapi juga alam. Seperti lahan gambut itu kalau kering, bisa terbakar sendiri. Itu yang kami alami di Tayan,” akunya.
Lebih dari itu, lanjut Didit, kesiapsiagaan dengan sarana dan prasarana (Sarpras) yang cukup, juga tetap diutamakan.
“Siap menghadapi Karhutla ini, karena kekeringan ini setiap tahun ada. Karhutla selalu ada setiap tahun. Ini diperparah super elnino yang dampaknya luar biasa tahun ini. Desember baru bisa normal,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya