
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menerima bantuan presiden (Banpres) Penanganan Karhutla 2026 total Rp.10 miliar, selain Dinas Kesehatan dan Satpol PP melalui Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sanggau, Didit Richardi merinci sejumlah usulan pengadaan sarana dan prasarana (Sarpras) yang bakal dibeli dari dana Banpres tersebut.
“Pembagiannya berdasarkan dari tiga usulan OPD tersebut. Nanti akan dirapatkan yang dikepalai Sekda, baru diberikan pembagiannya,” kata Didit Richardi, Selasa (27/10/2026).
Beberapa Sarpras yang diusulkan BPBD yaitu satu unit drone. Gunanya untuk memantau titik api dan memetakan luasan hutan dan lahan yang terbakar. Didit mengaku saat ini BPBD Sanggau belum memiliki drone.
BPBD juga mengusulkan pengadaan satu mobil taktis pemadan kebakaran. Selama ini, BPBD hanya mengandalkan dua mobil pikap. Satu untuk membawa selang dan pompa. Satu lagi membawa tandon air.
“Masyarakat tidak tahu kalau BPBD minim Sarpras. Bayangkan dengan keadaan seperti itu kita masih bisa memadamkan api. Jadi lebih baik satu kendaraan itu, ada tangki, selang, pompa. Jadi kita langsung berangkat. Selama ini tenaga kita banyak terbuang untuk mengangkut itu,” ungkapnya.
Usulan lainnya, lanjut Didit, adalah pengadaan ambulan yang dilengkapi oksigen. Selama ini, kata dia, ambulan tidak bisa standby di posko. Ambulan milik Dinas Kesehatan maupun RSUD digunakan untuk pasien dan pelayanan kesehatan.
BPBD juga mengusulkan pengadaan enam unit motor trail. Didit mengaku BPBD minim kendaraan roda dua untuk mobilisasi pengecekan titik hot spot. Diharapkan begitu titik panas terdeteksi, bisa dengan cepat dicek ke lapangan.
“Kemudian pengadaan satu tangki air. Ada beberapa daerah kekeringan kita tidak bisa menyuplai air bersih karena tidak ada tangki. Kita juga mengusulkan satu unit alat pengukur kualitas udara, dengan display,” ungkap Didit.
“Jadi masyarakat bisa langsung melihat kualitas udara. Selama ini orang bertanya ke BPBD soal kualitas udara, kami tak bisa jawab. Nanti akan ditempatkan di TRC. Display menghadap ke jalan, jadi masyarakat bisa langsung lihat.,” tambahnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya