Jumat , 19 Juli 2024
Home / NEWS / Dinas KPTPHP Ajari Petani Racik Pestisida Nabati, Ini Bahan-bahannya

Dinas KPTPHP Ajari Petani Racik Pestisida Nabati, Ini Bahan-bahannya

Foto—Yusmayani saat menyampaikan teori dan praktek pembuatan pestisida nabati dihadapan petani–ist

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dinas KPTPHP) Kabupaten Sanggau terus menyosialisasikan upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau hama tanaman, utamanya tanaman padi.

“Kemarin kami melakukan pertemuan teknis dengan kelompok tani Setia Maju Dan Jambu Mente Desa Menyabo Kecamatan Tayan Hulu yang dihadiri sekitar 50an orang. Dari pertemuan itu kami membahas berbagai hal terkait peningkatan produktifitas pertanian,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas KPTPHP Sanggau, Yusmayani kepada wartawan, Kamis (21/07/2022).

Ema, sapaan akrab Yusmayani menyebut dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Menyabo, Kasim dan sekitar 50-an anggota kelompok tani Setia Maju dan Jambu Mente itu diajarkan bagaimana membuat pestisida nabati yang mampu mengendalikan hama pengganggu tanaman.

“Bahan-bahan yang digunakan semuanya dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di tempat tinggal kita. Cara membuatnya pun mudah dan ramah lingkungan,” ungkap Ema.

Pestisida nabati ini adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan yang bahan organiknya yang bersifat mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pestisida nabati diantaranya 50-100 lembar daun sirsak, dua ons tembakau, dua kilo gram lengkuas, dua kilo gram kulit jengkol, 0,5 kilo gram akar tuba, satu sendok teh deterjen/sabun cair, dan air. Peralatah yang dibutuhkan diantaranya penumbuk atau blender, baskom/ember/jerigen, saringan, pisau, timbangan, sendok, sprayer dan kompor gas.

“Cara membuat pestisida nabati, yakni siapkan daun sirsak diitumbuk atau diblender sampai halus ditambah air satu liter dan sabun satu sendok teh. Kemudian, lengkuas ditumbuk atau diblender, setelah selesai masukan ke wadah dan direndam dengan air panas satu liter. Kemudian, akar tuba ditumbuk atau dirajang, setelah selesai masukan ke dalam wadah dan direndam dengan air panas satu liter. Kemudian, rendam tembakau dengan air panas satu liter,” beber Ema.

Semua bahan yang sudah direndam, lanjut Ema, didiamkan selama semalaman. Setelah itu bahan disaring dan diperas kemudian dicampurkan sampai merata dan siap digunakan sebagai pestisida nabati. “Dosisnya 20-40 cc perliter air,” tutup Ema. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Serapan Anggaran di Dinas PUPR Sanggau Baru 8,50 persen, Target 90 Persen Sampai Akhir Tahun

    KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Memasuki semester kedua tahun anggaran 2024, serapan anggaran di Dinas Pekerjaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *