Sabtu , 13 April 2024
Home / BENGKAYANG / Disporapar Bengkayang Berikan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram

Disporapar Bengkayang Berikan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram

 

KALIMANTAN TODAY, BENGKAYANG – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang melakukan pelatihan untuk pemandu wisata alam arung jeram pekan lalu.

Pelatihan tersebut penting dilakukan mengingat peningkatan kunjungan dan pergerakan wisatawan di seluruh dunia menciptakan berbagai peluang usaha baru, kecenderungan wisatawan lebih menikmati atraksi yang berinteraksi langsung dengan penduduk lokal membuat keterlibatan masyarakat dengan berbagai fasilitasnya menjadi lebih besar.

e0786db9-7458-473e-93d8-a858a0ba4d5c

Wisatawan yang senang menikmati atraksi sosial, budaya dan alam di pedesaan, berkonsekuensi pada perlunya optimalisasi ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan di setiap Objek Daya Tarik Wisata.

Kepala Dinas Disporapar Kabupaten Bengkayang, dr. I Made Putra Negara menyatakan, pelatihan tersebut sejalan dengan meningkatnya daya tarik dan minat wisatawan untuk berkunjung. Karena menurutnya, selama ini terdapat peluang pengembangan industri wisata alam arung jeram di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Menurut Made yang akrab disapa, kondisi alam di Kabupaten Bengkayang relatif masih sangat terjaga, menyediakan cukup banyaknya sungai-sungai yang dapat dinikmati kejernihan serta kehidupan biota airnya.

“Beberapa dari sungai yang memiliki daya tarik di Kabupaten Bengkayang adalah Sungai Tanggi, Sungai Buduk, Sungai Biang, Sungai Umboh, Sungai Tebudak dan lain-lain. Atraksi ini merupakan bagian aliran sungai dari Cagar Alam Gunung Nyiut yang hingga saat ini sangat terjaga kelestariannya,” ujar Made, Minggu (15/12).

Lanjut Made, Sungai-sungai tersebut memiliki aliran air yang deras dan panjang hingga ke Kabupaten Sambas, sungai-sungai yang memiliki beberapa Airterjun ini sangat cocok menjadi destinasi wisata arung jeram dan wisata petualangan susur sungai lainnya.

“Kegiatan arung jeram atau rafting merupakan atraksi wisata populer yang disenangi tua dan muda, lelaki ataupun perempuan. Berbasah ria dan menikmati tantangan diayun arus air, diombang ambing jeram dan meliuk-liuk diantara bebatuan merupakan sensi yang mendebarkan. Menyaksikan pemandangan menakjubkan di sepanjang badan sungai sungguh sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan,” ucap pria asal Bali ini.

Namun kata Made, dibalik keindahan dan serunya berarung jeram, bahaya setiap saat mengancam para pengarung jeram bila tidak hati-hati. Walaupun kegiatan arung jeram dilakukan di sungai dengan tingkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi dan bisa dilalui wisatawan. Namun jeram tetap berbahaya bagi wisatawan bila terjebak didalamnya.

Berkaitan kondisi di atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada pasal 14 menjelaskan, bahwa terdapat 14 jenis usaha jasa di bidang pariwisata. Salah satu usaha jasa pariwisata adalah wisata tirta, dimana arung jeram sebagai olahraga air masuk dalam kategori tersebut.

“Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam memberikan layanan wisata tirta arung jeram di kawasan Objek Daya Tarik Wisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang melalui dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melaksanakan Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata melalui Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang Tahun 2019,” tambahnya.

Made juga menjelaskan, Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram ini dilaksanakan dengan 24 Jam Pelajaran selama tiga hari dari tanggal 2, 3 dan 4 Desember 2019 lalu, dengan jumlah 40 orang yang terdiri dari Masyarakat pengelola Objek Daya Tarik Wisata Sungai serta Kelompok Sadar Wisata.

” Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang industri kepariwisataan berbasis arung jeram. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta tentang Teknik Dasar Pemanduan Arung Jeram. Meningkatkan kemampuan teknis keselamatan di sungai saat memandu arung jeram (Water Resque). Dan Meningkatkan kemampuan manajemen dan tata kelola arung jeram,” jelasnya.
Sementara itu kata Made, dalam pelatihan juga Materi yang diberikan seperti Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram antara lain adalah: Membangun Industri Usaha Pariwisata Berbasis Wisata Tirta Arung Jeram. Teori dan Praktik Teknik Dasar Pemanduan Arung Jeram. Teori dan Praktik Teknik Water Rescue (Penyelamatan di air/sungai); dan , Teori dan Praktik Teknik Manajemen Peralatan Arung Jeram.

“Sedangkan Narasumber kegiatan kita kemarin juga meliputi: instruktur kompeten pemandu arung jeram tingkat nasional; Tim Teknis Federasi Arung Jeram Indonesia Cabang Kalimantan Barat; Asesor Kompeten Pariwisata; dan d). Badan SAR Nasional Provinsi Kalimantan Barat; dan , Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bengkayang,” tutur Made kembali.

Pelatihan Pemandu Wisata Alam Arung Jeram diikuti dengan antusias oleh para peserta, dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menambah daya tarik wisata serta dapat meningkatkan profesionalisme pemanduan arung jeram di Kabupaten Bengkayang.

“Semoga dengan pelatihan yang telah kita laksanakan dapat bermanfaat, dengan harapan ilmunya bisa di terapkan oleh para peserta sehingga bisa menambah Dayak tarik wisata yang ada di Kabupaten Bengkayang,” tutupnya. (Titi).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Safari Ramadan di Desa Tanjung Merpati

    KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pj. Bupati Sanggau, Suherman mengunjungi masjid Nurul Islam di Desa Tanjung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *