Selasa , 16 Juli 2024
Home / NASIONAL / Gara-gara Baliho, Ketum Partai Demokrat dan Menko Polhukam Adu Bantah

Gara-gara Baliho, Ketum Partai Demokrat dan Menko Polhukam Adu Bantah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamana Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (9/7). Presiden bertemu dengan Joko Widodo dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/pras/14
Susilo Bambang Yudhoyono  dan Joko Widodo. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo.

KALIMANTAN TODAY, JAKARTA  – Bola panas perusakan baliho Partai demokrat bergulir panas. Setelah cuitan kader Partai Demokrat Andi Arief menuding pelaku perusakan merupakan orang suruhan kader PDIP.

Cuitan Wasekjen ini mendasari cuitannya berdasarkan pengakuan pelaku. “Dari pengakuan orang di tangkap oleh Polisi, Jumlah perusak atribut Partai Demokrat ada 35 orang yg dibagi dlm 5 kelompok, satu regu 7 orang. Mereka dibayar 150 ribu/orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa,” ujar Andi Arief dalam cuitan di akun Twitternya, Sabtu (15/12).

Melalui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, PDIP membantah penyataan Andi Arief tersebut.  Menurut Hasto, tidak ada pengurus maupun anggota partainya menjadi dalang pengrusakan bendera Demokrat di Pekanbaru, seperti yang dituduhkan Andi Arief.

“Kalau ada yang mengatakan di Pekanbaru sana, kami dituduh merusak bendera Demokrat, itu bukan karakter PDI Perjuangan,” kata Hasto Kristiyanto.

Belum lagi reda cuitan yang bikin panas kuping kader PDIP, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, dalam keterangan persnya, mengatakan pelaku perusakan merupakan perbuatan oknum-oknum tertentu dari partai tertentu, baik Partai PDIP maupun Partai Demokrat.

“Ternyata dari Kapolri cepat sekali mengusut itu,, ternyata memang perbuatan oknum-oknum tertentu dari partai tertentu, baik Partai PDIP maupun Partai Demokrat.

Ada oknum itu dan sudah ditangkap dan mereka tidak atas perintah, tidak atas kebijakan pimpinan partai politik tapi karena tidak mematuhi aturan dan perintah. Mereka melakukan inisiatif yang mungkin untuk mendapatkan pujian, untuk mendapatkan pahala, tetapi tindakannya salah,” kata Menko Polhukam Wiranto, Jakarta, Senin (17/12).

Tatpelak lagi pernyataan Menko Polhukam itu mendapat respon keras dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan partainya dan PDIP tak terlibat perusakan balihonya di Pekanbaru.

Dirinya juga percaya Presiden Jokowi tak terlibat. “Saya yakin & tahu Presiden Jokowi tak memiliki keterlibatan apapun. Pengungkapan yg jujur & lengkap justru akan ‘selamatkan’ beliau,” cuit SBY lewat akun Twitter-nya, Senin (17/12/2018).

Bantahan SBY kembali dibantah oleh Menko Polhukam Wiranto dengan memberikan tanggapan bahwa pernyataan yang diucapakannya bersumber dari pihak kepolisian.

“Kalau ada satu reaksi silahkan, saya diajak ketemu juga tidak apa-apa, tapi itu betul-betul merupakan sumber resmi dari Polri yang sudah memerintahkan mengusut perusakan-perusakan itu, tidak boleh berkembang dan makanya saya katakan oknum-oknum, berarti tidak ada perintah, tidak ada perencanaan, oknum yang dalam rangka pemikirannya sangat sederhana melaksanakan kegiatan yang seperti ini,” lanjutnya. (mo)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Rakercab PDIP Singkawang, Cornelis Bahas Strategi Pemenangan di Pemilu 2024

  KALIMANTAN TODAY, SINGKAWANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *