
KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Setelah dua tahun berhenti beroperasi, PT Mitra Austral Sejahtera (PT MAS) di Kabupaten Sanggau kembali menjalankan aktivitas produksinya. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., berharap beroperasinya kembali perusahaan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit di sekitar wilayah operasional.
Hal tersebut disampaikan Wagub saat meresmikan kembali operasional pabrik PT MAS di Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ditandai dengan ritual adat pecah kendi dan pelepasan truk Crude Palm Oil (CPO) perdana PT MAS Mill.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sanggau, unsur Forkopimda Kabupaten Sanggau, tokoh agama, tokoh adat, manajemen dan karyawan PT MAS, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari keuntungan perusahaan, tetapi juga dari manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Prinsip yang selalu saya sampaikan kepada investor adalah investasi ditukar dengan kesejahteraan. Bukan hanya investornya yang untung, tetapi masyarakat di sekitarnya juga harus sejahtera. Itulah tujuan investasi yang berhasil,” tegasnya.
Menurutnya, perusahaan harus mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui penghormatan terhadap kearifan lokal dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial di daerah.
Ia berharap manajemen PT MAS dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Sanggau, sehingga kehadiran investasi memperoleh dukungan dari masyarakat maupun pemerintah.
“Kalau prinsip ini dijalankan, masyarakat akan menjadi pagar bagi investasi dari berbagai hambatan yang tidak konstruktif. Karena itu, bangun hubungan yang baik dan jadilah bagian dari masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain membangun hubungan sosial, Wagub meminta perusahaan mengantisipasi potensi konflik, terutama terkait persoalan lahan, melalui komunikasi dan musyawarah. Menurutnya, penyelesaian persoalan sejak dini penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan manajemen PT MAS agar menjalankan seluruh kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, baik regulasi pemerintah pusat maupun peraturan daerah.
Pada aspek ketenagakerjaan, Krisantus menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk mengisi posisi pekerjaan sesuai kompetensi dan latar belakang pendidikan.
“Di Sanggau ini banyak anak sarjana pertanian yang bekerja memegang dodos. Kita ingin the right man on the right place. Mereka sudah menempuh pendidikan tinggi, tentu harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menduduki posisi sesuai kompetensinya,” ungkapnya.
Terkait tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Wagub meminta agar program yang dijalankan tidak sekadar berupa bantuan sesaat, tetapi memberikan manfaat berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan.
Ia mencontohkan kebutuhan perbaikan tiga ruang kelas sekolah dasar di kawasan Modah yang dapat menjadi salah satu perhatian perusahaan melalui program CSR.
“Gunakan CSR untuk sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Misalnya, ada ruang kelas sekolah yang ambruk, itu bisa dibantu. Program CSR harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” pesannya.
Lebih lanjut, Wagub menyampaikan apresiasi atas kembali beroperasinya PT MAS setelah dua tahun tidak beraktivitas. Ia menyebut aktivitas pabrik kini kembali berjalan, ditandai dengan fasilitas yang kembali terang dan mesin produksi yang beroperasi.
Pelepasan CPO perdana tersebut menjadi momentum penting bagi pemulihan aktivitas ekonomi perusahaan sekaligus membuka kembali peluang pemasaran hasil perkebunan masyarakat.
“Selamat atas beroperasinya kembali PT MAS. Kita berharap aktivitas perusahaan ini memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia, Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau. Masyarakat juga tidak lagi kesulitan menjual hasil kebunnya, baik kebun mandiri maupun plasma,” katanya.
Kepada koperasi yang menjadi mitra perusahaan, Wagub berpesan agar menjalankan peran secara profesional, mengutamakan kepentingan anggota, serta tidak hanya berorientasi pada keuntungan pengurus.
“Jadilah mitra yang baik. Jangan sampai Ketua Untung Dulu. Kami bersama Bupati memiliki niat tulus agar investasi ini berhasil dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(irf)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya