
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Sanggau hingga Rabu (09/09/2026). Kepala Pelaksana BPBD Sanggua, Didit Richardi menyebut jumlah titik panas (hot spot) dari hari ke hari fluktuatif.
“Untuk hari ini berdasarkan aplikasi BMKG BRIN, tercatat sampai pukul 09.00 itu lima hot spot. Kemarin tanggal 08 September sampai pukul 23.59 WIB tercatat hanya satu. Ini fluktuatif. Mungkin hari ini pukl 23.59 bisa jadi nol,” kata Didit ditemui di Posko Satgas Karhutla, Rabu (09/09/2026).
“Karena ini kan dilakukan ground check (cek lapangan) oleh Satgas darat kita. Apabila ini hoaks maka akan langsung hilang dari titik panas yang tercatat di satelit,” tambahnya.
Soal kabut asap yang masih menyelimuti Sanggau, Didit mengatakan berbeda dengan hot spot, asap tidak dapat dikendalikan. Ia menyebut kabut asap merupakan kiriman dari kabupaten/kota di sekitar Sanggau dan provinsi Kalteng.
“Arah angin sekarang bergerak dari tenggara ke barat laut. Jadi imbas kabupaten/kota di bagian tenggara asapnya bisa kita, seperti Ketapang, Kubu Raya, dan Kalteng. Ketapang ini kan hot spotnya masih tertinggi se-Kalbar,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan masih adanya peladang yang bakal melakukan pembakaran untuk membuka lahan, Didit mengatakan Presiden Prabowo telah mengeluarkan Inpres nomor 11 tahun 2026.
“Diinstruksikan kepada semua kementerian dan lembaga. Khusunya Kementerian Pertanian, diinstruksikan kepada kepala daerah dan jajaran di bawahnya untuk melakukan pergeseran masa tanam. Jangan menanam saat air tidak ada, saat curah hujan belum normal,” kata dia.
Ia juga mengaku telah melakukan rapat bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau terkait Inpres tersebut.
“Sudah disampaikan ke PPL, agar peladang dan petani kita melakukan pergeseran masa tanam. Tapi super elnino ini kan siklusnya tiga sampai empat tahun. Kalau di luar fenomena Elnino kegiatan peladangan bisa berlangsung normal,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya