Selasa , 8 September 2026
Home / NEWS / Status Tanggap Darurat Berlanjut, Minta Perusahaan Tanggung Jawab Penuh

Status Tanggap Darurat Berlanjut, Minta Perusahaan Tanggung Jawab Penuh

Foto—Warga Segole Kecamatan Kapuas antre air bersih bantuan GOW Kabupaten Sanggau—dok

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Status tanggap darurat resmi diperpanjang Pemkab Sanggau, mulai 07-20 September 2026. Seluruh pihak diminta untuk berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Termasuk pihak perusahaan.

“Kita akan serahkan penuh, kita akan adakan rapat dengan perusahaan, secara khusus utamanya dampak Karhutla dan kekeringan. Akan kita kaji juga regulasi dengan Forkopimda. Memberi tanggung jawab penuh ke mereka supaya berkontribusi di tengah keterbatasan anggaran,” kata Komandan Satgas Karhutla Sanggau, Susana Herpena.

Melalui CSR, lanjut Susana, perusahaan wajib berkontribusi dalam menghadapi Karhutla dan kekeringan di wilayah sekitar mereka. Ini berlaku untuk semua perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sanggau.

“Kalau di Kecamatan Toba, semua perusahaan di Toba ikut membantu. Bagi wilayah yang tak memiliki perusahaan, kita gotong-royong,” ujarnya.

Seperti diketahui hujan deras yang turun pada Sabtu (05/09/2026) dini hari sempat menekan jumlah titik hot spot. Selang sehari, pada Minggu (06/09/2026) titik hot spot di Kabupaten Sanggau kembali meningkat. Diprediksi akan kembali meningkat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Sanggau, Didit Richardi menyebut pada Sabtu pagi sampai pukul 23.59 hanya dua titik panas (hot spot). Sementara pada Minggu meningkat menjadi 36 hot spot.

Ia mengaku khawatir jumlah tersebut akan terus meningkat lantaran berdasarkan data masih ada masyarakat di delapan kecamatan yang masih akan melakukan pembukaan lahan. Didit mengaku total luasnya, yang dapat terverifikasi 407,5 hektar.

“Tapi kemungkinan di luar itu akan lebih besar. Karena data ini yang berada di bawah kendali PPL. Di luar itu, peladang pribadi tidak terdata,” ungkapnya.

Didit mengatakan titik hot spot dan fenomena Godzila Elnino akan mencapai puncaknya dan mulai melandai pada Oktober hingga akhir tahun.

“Kemungkinan titik hot spot kita akan melonjak lagi. Berdasarkan data dari BMKG normal lagi curah hujan di Desember 2026-Januari 2027. Namun curah hujan akan mulai muncul, walaupun intensitas rendah pada pertengahan Oktober 2026,” pungkas Didit. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Segole

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Ketua Satgas Karhutla, Susana Herpena menyerahkan bantuan berupa 10.000 liter air bersih …