
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Usai perwira siswa Sesko TNI, giliran pada siswa Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri datang ke Posko Satgas Karhutla Sanggau pada Rabu (09/09/2026). Kedatangan tujuh siswa Sespim Polri tersebut dipimpin Kombes Pol Ichsan Nur.
“Kami dalam rangka Kuliah Kerja Praktik (KKP) dimana Sespim Polri mengirim seluruh siswanya Sespimma, Sespimmen, Sespimti, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian melakukan kuliah kerja praktik di seluruh Polda-Polda yang mengalami Karhutla,” katanya.
Kegiatan tersebut, lanjut Ichsan merupakan instruksi Presiden ke Kapolri untuk membantu Mapolda seluruh Indonesia yang menangani Karhutla. Dalam pertemuan dengan Satgas Karhutla Sanggau, para siswa Sespim Polri tersebut mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data kemudian membuat produk tertulis.
“Produk itu akan berisi rekomendasi penanganan Karhutla, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Tadi kita sudah melakukan FGD dengan seluruh Ormas, Satker, dinas, yang sudah menangani Karhutla ini kita ambil, apa saja upaya preemtif, preventif, termasuk upaya represifnya. Data itu yang kami olah untuk produk tertulis,” bebernya.
Ketika ditanya soal dugaan adanya keterlibatan korporasi dalam Karhutla, Ichsan mengaku mengumpulkan data apa adanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sanggau, Didit Richardi mengatakan, para tujuan kedatangan siswa Sespim Polri tersebut tak jauh beda seperti perwira siswa Sesko TNI pada Kamis (03/09/2026) lalu.
“Mereka menggali informasi dari kita, brain storming diskusi terkait apa sih penyebab Karhutla yang selalu berulang ini. Kira-kira dari kami (Satgas, red) itu ada tidak inovasi atau semacam pendapat atau saran mengatasi Karhutla ini,” kata Didit.
“Karhutla ini sebenarnya rutin. Dari dulu juga terjadi, tapi ini diperparah dengan fenomena Super Elnino. Mereka menggali itu, memformulasikan dalam pendidikan mereka , sebagai rekomendasi ke pimpinan mereka seperti Kapolri dan Presiden,” tambahnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya