Rabu , 27 Mei 2026
Home / NEWS / DPRD Sanggau Minta Pemerintah Pastikan Harga TBS Stabil

DPRD Sanggau Minta Pemerintah Pastikan Harga TBS Stabil

Foto–Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki

 

KALIMANTANTANTODAY, SANGGAU. Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki menyoroti harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang anjlok. Ia menilai langkah pemerintah untuk menjadi eksportir tunggal sawit melalui PT DSI Danantara dinilai menjadi penyebabnya.

“Mungkin para investor sudah mulai khawatir dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah. Saya berharap pemerintah juga harus berpikir. Memang niat pemerintah itu baik. Untuk memastikan ekspor CPO itu tidak bocor, sehingga pemasukan negara juga tidak bocor. Tapi dampak dari kebijakan ini harga sawit yang turun,” kata Hengki, Rabu (27/05/2026).

Ia berharap, pemerintah menjamin harga sawit tetap stabil. Bukan tanpa alasan, Hengki mengatakan kepala sawit merupakan kebutuhan masyarakat. Melibatkan jutaan petani.

“Ini kan berpengaruh terhadap ekonomi. Ini sangat riskan terhadap perekonomian masyarakat yang memang petani sawit. Kalau batu bara ini kan hanya segelintir perusahaan yang mengakses batu bara,” terangnya.

Lagi-lagi ia meminta, ketika kebijakan menjadikan BUMN menjadi pintu masuk ekspor sawit, pemerintah harus berkomitmen kepada masyarakat bahwa harganya tetap stabil dan tidak mempengaruhi investasi yang ada.

Seperti diketahui, sejumlah petani sawit di Kabupaten Sanggau mengeluhkan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS).

Satu di antaranya petani sawit asal Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kornelis. Ia  mengaku jika harga sawit saat ini anjlok hingga 50 persen. Sebelumnya, Kornelis mengaku biasa menjual harga TBS Rp 3000 per kilo gramnya.

“Sekarang tinggal Rp 1500 per kilo. Harga pupuk naik. Belum lagi ongkos pemanen tidak turun. Kalau begini bagus tidak usah dipanen. Intinya penghasilan tidak menutup kebutuhan. Saya bingung bayar pupuk nanti pakai apa?,” keluhnya.

Bukan hanya dirinya, petani lain yang ia kenal juga merasakan hal serupa.

“Sepupu saya baru beli mobil untuk pengangkut sawit terpaksa dijual lagi. Harapannya uang dari penjualan sawit bisa nutup. Tapi ndak tahunya harga sawit anjlok,” ungkapnya. (Ram)

 

 

Tentang Redaksi

Cek Juga

Cornelis Nilai Penambang Rakyat Harus Dituntun, Bukan Dikriminalisasi

  Mereka ini rakyat yang mencari nafkah untuk hidup dan menghidupi dapur di rumah, bukan …