Sabtu , 25 April 2026
Home / NEWS / Sekda Kalbar Ajak Wisudawan Universitas Muhammadiyah Jadi Generasi Pembawa Solusi dan Inovasi Bagi Daerah

Sekda Kalbar Ajak Wisudawan Universitas Muhammadiyah Jadi Generasi Pembawa Solusi dan Inovasi Bagi Daerah

Sekda Kalbar, Harisson

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Sebanyak 370 wisudawan dan wisudawati Sarjana ke-34 Tahap I Universitas Muhammadiyah Pontianak mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Aula Universitas Muhammadiyah Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Prosesi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. Harisson, M.Kes., Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Achmad Jainuri, Ph.D., Wakil Wali Kota Singkawang, serta jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Dalam sambutannya, Sekda Kalbar Harisson menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan beserta keluarga yang telah mendampingi proses pendidikan hingga tuntas.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, serta kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjuangan ini. Keberhasilan hari ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, kesabaran, dan doa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dengan tanggung jawab yang lebih besar.

“Wisuda bukan garis akhir, tetapi awal perjalanan baru. Para lulusan akan menghadapi dunia nyata yang menuntut kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi perubahan,” katanya.

Harisson juga mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Pontianak yang dinilai terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kelembagaan, pembaruan kurikulum, dan inovasi.

“Perguruan tinggi harus mampu menjawab dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ia menyoroti dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan menuntut kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Tantangan hari ini bukan hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Harisson menyebutkan bahwa tantangan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian, sehingga lulusan dituntut memiliki keunggulan lebih.

“Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan yang mengubah pola kerja.

“Di era digital, banyak pekerjaan berubah dan muncul jenis pekerjaan baru. Lulusan harus fleksibel, kreatif, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong para lulusan untuk berani berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.

“Kalimantan Barat memiliki potensi besar. Generasi muda harus mampu melihat peluang dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Harisson berpesan agar ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang didapat jangan berhenti di ruang kelas. Gunakan untuk memberikan solusi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.

“Perubahan akan terus terjadi. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar agar selalu siap menghadapi masa depan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Achmad Jainuri, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi harus menghadirkan manfaat melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan solutif.

“Kampus harus menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pembangunan daerah.

“Hasil penelitian harus dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata. Kolaborasi menjadi faktor penting,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan lulusan untuk terus mengembangkan diri.

“Kelulusan bukan akhir dari proses belajar, justru awal dari pembelajaran di kehidupan nyata,” pungkasnya.

Prof. Achmad berharap lulusan Universitas Muhammadiyah Pontianak mampu menjadi generasi yang berintegritas dan berkontribusi positif.

“Kami berharap para lulusan menjadi insan yang berintegritas, peduli sosial, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tutupnya. (wnd/nzr)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Cornelis Beri Catatan Serius Atas Temuan BPK RI Mengenai Ketahanan Energi Nasional

  KALIMANTAN TODAY, JAKARTA – Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi …