Selasa , 9 Juni 2026
Home / NEWS / Plt. Kadinkes Sanggau Sebut MBG Anak Sekolah Tak Bisa Turunkan Stunting

Plt. Kadinkes Sanggau Sebut MBG Anak Sekolah Tak Bisa Turunkan Stunting

Foto—Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan pada pelajar rupanya tak dapat menekan angka stunting. Hal itu ditegaskan langsng Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Najori.

Seperti diketahui setahun lebih program MBG dilaksanakan di Sanggau, presentase stunting di Kabupaten Sanggau bukannya turun, malah naik. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menyebut persentase stunting pada 2025 sebesar 20,50 persen. Sementara per triwulan I tahun 2026, sebesar 21,82 persen. Artinya ada kenaikan 1,32 persen.

“Kita harus bedakan dulu MBG dan stunting. Kalau stunting itu fokus pada seribu hari kehidupan sampai umur 24 bulan yang terdata di Posyandu. Ada 667 Posyandu se-Sanggau,” kata Najori, Selasa (09/06/2026).

Ia mengatakan naiknya persentase stunting lebih pada rendahnya partisipasi ibu hamil ke Posyandu. Jika MBG digunakan untuk mengurangi stunting, seharusnya sasarannya adalah bayi, balita, dan Bumil atau ibu hamil (3B).

“Kalau MBG untuk pelajar menurunkan stunting, itu tidak tepat. Masa stunting itu sudah lewat. Karena fokus stunting itu pada usia seribu hari kehidupan. Fokus MBG untuk anak sekolah itu adalah untuk meningkatkan gizi dan kecerdasannya. Bagi yang perempuan (pelajar putri, red) karena teratur dapat MBG, itu persiapan untuk masa kehamilannya (nanti, red),” beber Najori.

Ia mengaku program MBG dengan sasaran 3B baru diluncurkan BGN. Baginya itulah yang paling tepat dalam menekan angka stunting. Hanya saja ia meminta agar data BGN dan Dinkes harus sinkron.

“Kami maunya MBG sasaran 3B itu tidak langsung didistribusikan ke rumah-rumah. Seharusnya MBG itu diberikan kepada Posyandu, supaya ibu hamil, bayi dan balita bisa datang ke Posyandu untuk mendapatkan makanan itu. Kami minta data bayi dan balita sinkron dengan Dinas Kesehatan,” pinta Najori.

Bukan tanpa alasan, Dinkes Sanggau juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Jangan sampai satu orang mendapat dua paket makanan, dari PMT dan dari MBG 3B.

“Kami harapkan memang kalau bisa pemberian makanan harus di Posyandu, untuk meningkatkan kunjungan Posyandu. Dari situ lah kita bisa dapat data stunting. Sebenarnya yang penting itu sinkronisasi, sinergis,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Wagub Krisantus Resmikan Rumah Adat Roming Ompuk Domauk Panu di Sanggau

  KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan meresmikan Rumah Adat Roming …