Selasa , 16 Juli 2024
Home / NEWS / Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting Dimulai, PJ. Bupati Sanggau: 2024 Tahun Terakhir

Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting Dimulai, PJ. Bupati Sanggau: 2024 Tahun Terakhir

Foto—Pj. Bupati Sanggau, Suherman didampingi Kadinkes, Kadinsos, Camat Kapuas, menyaksikan langsung penimbangan badan balita di Posyandu Kemayau, Desa Sungai Batu, Rabu (12/06/2024)—Kram Akbar

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman membuka secara resmi Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Posyandu Kemayau, Desa Sungai Batu, Kecamatan Kapuas, Rabu (12/06/2024).

Acara yang dilakukan secara serentak se-Indonesia itu dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Ginting beserta jajarannya, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau, Aloysius Yanto beserta jajarannya, perwakilan Forkompimda dan Bulog Sanggau.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Sanggau, Suherman mengatakan, 2024 merupakan tahun terakhir dalam proyek prioritas nasional percepatan penurunan stunting.

Kabupaten Sangga, kata dia, berdasarkan survei kesehatan Indonesia tahun 2023 berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 32, 5 persen di tahun 2022, menjadi 22,1 persen di tahun 2023.

“Agar target 14 persen di tahun 2024 ini tercapai, saya harapkan kepada camat, kades, TPPS kecamatan, TPPS desa, untuk selalu berkoordinasi bersama tim, memantau dan melaporkan prevalensi stunting dan keluarga berisiko stunting di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Suherman.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Suherman, intervensi serentak dapat berperan aktif memonitor cakupan sasaran yang mendapat pelayanan di Posyandu sesuai target, memonitor pelayanan intervensi serentak melalui Pokjanal Posyandu, serta memastikan kehadiran ibu hamil, balita, calon pengantin ke Posyandu.

“Kader Posyandu dan tim pendamping keluarga percepatan penurunan stunting harus berperan aktif dalam pencatatan dan pedampingan keluarga berisiko stunting, khususnya bayi dua tahun untuk melaporkan ke TPPS desa untuk selanjutnya ke TPPS kecamatan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting mengatakan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting dilaksanakan serentak se-Indonesia selama bulan Juni.

“Diharapkan selama bulan Juni ini, bayi, balita dan ibu hamil se-Indonesia termasuk di Kabupaten Sanggau, sudah selesai dilaksanakan. Untuk Kabupaten Sanggau kita ambil locus sebagai pencanangan di Posyandu Kemayau,” kata Ginting.

Pada acara tersebut, juga Pj Bupati Sanggau menyerahkan secara simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT), beras, serta bantuan dua unit kloset. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Tegaskan Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak, Perintahkan OPD Teknis Cek Lapangan

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menegaskan para pengusaha sarang burung walet memiliki kewajiban …