Selasa , 28 Mei 2024
Home / KAPUAS HULU / DPMD Kapuas Hulu Akui Banyak BUMDes Mati Suri

DPMD Kapuas Hulu Akui Banyak BUMDes Mati Suri

Rupinus

 

KALIMANTAN TODAY, KAPUAS HULU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas Hulu Rupinus mengakui masih banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten setempat yang mati suri.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan BUMDes ini mati suri atau tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan,” katanya, Jumat (07/07/2023).
Rupinus menjelaskan, faktor yang menjadi penyebab BUMDes mati suri diantaranya kepengurusan yang banyak berganti-ganti, kurangnya pembinaan akibat adanya pergantian kepala desa serta sumber daya manusia (SDM) yang tidak memiliki jiwa bisnis juga ikut berpengaruh terhadap berjalan tidaknya pengelolaan BUMDes.

“Tidak semua, masih banyak juga BUMDes yang berjalan,” ucapnya.

Rupinus mengatakan, berdasarkan data yang ada, Kabupaten Kapuas Hulu ada 268 Bumdes. Dimana sudah ada 262 Bumdes yang berbadan hukum dan terdaftar di KemenkumHAM.

“Kita terus genjot semua Bumdes Kapuas Hulu ini harus berbadan hukum semua. Karena jika tidak berbadan hukum akan berpengaruh terhadap bantuan yang mereka dapatkan selama ini, ” ujarnya.

Dikatakan Rupinus, selain BUMDes, Kapuas Hulu juga ada BUMDesma, dimana Kapuas Hulu sudah ada 14 BUMDesma.

Rupinus menegaskan pemerintah desa bisa saja mengganti atau memperbaharui kepengurusan BUMDes jika dinilai vakum atau tidak berjalan dengan dasar adanya hasil dan berita acara dari Musyawarah Desa (Musdes).

Pemerintah desa itu sendiri yang lebih mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan penyebab pengelolaan maupun kepengurusan BUMDes itu tidak berjalan, termasuk dalam pertanggungjawaban aset-aset yang dimiliki BUMDes.

“Berdasarkan hasil Musdes itu, pemerintah desa bisa saja mengganti atau memperbaharui kepengurusan yang dinilai tidak aktif,” pungkasnya. (Dul)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Deklarasikan ODF, Bupati Sis Ajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

KALIMANTAN TODAY, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, mendeklarasikan Desa Stop Buang Air …