Senin , 22 Juli 2024
Home / NEWS / Dewan Sanggau Desak Evaluasi Puskesmas Secara Menyeluruh, Supardi: Jangan Sampai Terulang

Dewan Sanggau Desak Evaluasi Puskesmas Secara Menyeluruh, Supardi: Jangan Sampai Terulang

Foto—– Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sanggau, Supardi–Kiram Akbar

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Kasus meninggalnya pasien Puskesmas Meliau pada Sabtu (29/01/2022) mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Sanggau. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sanggau, Supardi meminta Dinkes melakukan evaluasi menyeluruh.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, segera evaluasi hal ini agar tidak terjadi lagi di Puskesmas manapun di Kabupaten Sanggau. Jadi sistem kerja kita sudah jelas, menganut reward and punishment. Yang berprestasi kita kasih reward. Yang teledor yang lalai, kasih hukuman. Masalah hukumannya ada diatur, mulai dari tingkat ringan, sedang, sampai berat. Ini harus disanksi, harus dievaluasi,” kata Supardi ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/01/2022).

Evaluasi yang ia maksud bukan sebatas tenaga kesehatan, tapi juga mencakup sarana dan prasarananya.

“Ingat, Kecamatan Meliau penduduknya terbesar kedua setelah Kecamatan Kapuas. Otomatis pelayanan publiknya harus ditingkatkan. Pemda juga harus mengevaluasi Puskesmas itu, mungkin dari sisi sarana dan prasarananya segala macam. Kita usahakan seperti di Parindu, Sekayam, kita usahakan,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Sanggau itu mengaku DPRD siap mendukung langkah evaluasi.

“Adapun segala risiko kerja segala macam, itu konsekuensi kerja. Itu pilihan. Intinya Dinkes harus bertindak. Jangan hanya Meliau. Ini hanya pemantik. Intinya semua Puskesmas se-Kabupaten Sanggau dievalusi, distressing, dibangkitkan kembali, jangan sampai terjadi kembali,” tegasnya.

BACA JUGA: Pasien di Puskesmas Meliau Meninggal Dunia, Warga: Perawat dan Dokternya Kosong

Terkait minimnya personel tenaga kesehatan (Nakes), Supardi mengatakan Dinas Kesehatan harus pandai-pandai mengambil langkah. Terlebih ada kebijakan pemerintah pusat tak lagi mengangkat tenaga honorer.

“Wilayah kita ini luas, transportasi sulit, tenaga medis minim, ya kandang-kadang kasihan juga kita. Kalau angkat tenaga honorer, siapa yang bayar. Menyalahi aturan juga kita. Satu sisi kalau hanya empat atau lima orang yang jungkir balik, mereka (Nakes) kan juga manusia. Ini yang harus kita pikirkan dan diskusi kan bersama,” ungkapnya.

Supardi mengaku mengetahui kronologis kejadian meninggalnya pasien tersebut dari sumber terpercaya.

“Keluarga datang ke Puskesmas tapi tidak ada petugas yang berjaga. Kurang lebih setengah jam kemudian baru ada yang datang. Kita tidak menyalahkan Si A Si B Si C, karena banyak juga keluhan masyarakat, karena ini merupakan pelayanan publik yang dibutuhkan. Kalau ada pelayanan 24 jam ya lakukanlah. Minimal ada petugas piket,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Serapan APBD Sangat Lambat, DPRD Soroti Kinerja Pj Bupati Landak

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak menyoroti lambatnya serapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *