Kamis , 23 Mei 2024
Home / LANDAK / Karolin : Tenaga Medis Harus Siap Siaga Jadi Garda Terdepan

Karolin : Tenaga Medis Harus Siap Siaga Jadi Garda Terdepan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa

 

KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Tenaga kesehatan atau Tim Medis penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) harus siap secara fisik dan siap secara mental menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Hal ini di sampaikan oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa pada saat memberikan motivasi dan pengarahan kepada Tim medis penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Puskesmas Pahauman, Selasa sore (31/3/2020).

Bupati Karolin mengatakan tenaga kesehatan harus selalu siap dan siaga dalam penanganan Covid-19 ini, dalam hal ini tenaga kesehatan jangan ada yang tumbang mentalnya, karena ini adalah tugas tim medis sebagai garda terdepan, maka dari itu Bupati Landak membuka posko penangan Covid-19 ini di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Landak.

“Dibukanya posko penanganan Covid-19 ini bertujuan untuk meringankan tugas dan tenaga kesehatan, karena akan ada tenaga bantu dari Kecamatan, Kepolisian, TNI, Desa dan Relawan untuk Penyelidikan Epidemiologi, dengan harapan dapat mendata semua orang yang masuk ke Kabupaten Landak, yang tidak terdata di Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Landak, karena ada juga mereka yang tidak melapor ke Kabupaten,” Ucap Karolin.

Ia berharap kepada tenaga kesehatan atau tim medis di Puskesmas harus bisa memahami sistem kerja yang sudah dibuat, karena dengan sistem seperti posko ini bisa memudahkan kerja dan koordinasi, karena didalam posko penanganan Covid-19 akan ada berbagai unsur yang siap meringankan tugas Tenaga Kesehatan atau Tenaga Medis.

“Jika posko itu berjalan dengan baik, tenaga medisnya cukup satu orang saja menjadi supervisor di disitu. Penyelidikan Epidemiologi (PE) itu cuma hanya mengisi formulir, ajari saja staf administrasi kantor camat bagaimana cara untuk mengisinya dan arahkan jika ada yang bergejala untuk konsul ke puskesmas atau ke dokter, Dengan sistem seperti itu kerjaan kita lebih ringan, karena banyak unsur lain yang membantu,” Jelas Karolin.

Bupati Karolin mengatakan dengan adanya posko penangan Covid-19 ini Penyelidikan Epidemiologi (PE) dapat dilaksanakan dengan mudah, karena bisa meminta bantuan kepada kepolisian, perangkat desa dan tim relawan untuk mengantar warganya yang datang dari luar daerah ke posko untuk pendataan.

“Didalam posko Penanganan Covid-19 juga disiapkan kartu kontrol dan panduan untuk megisolasikan diri. Jadi dengan adanya posko ini, tenaga kesehatan atau tim medis tidak bekerja sendirian, hal ini kita lakukan untuk meminimalisir pencegahan Covid-19 terhadap orang yang masuk ke Kabupaten Landak dari tingkat Kecamatan hingga ke Desa,” Tegas Karolin (Sab).

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

SK PPPK Bisa Diagunkan ke Bank Kalbar, Segini Dapatnya

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Sebanyak 1597 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terdiri dari guru, tenaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *