Selasa , 16 Juli 2024
Home / NEWS / Apa Kabar Wacana Pembangunan Kawasan Industri Karet di Mandor?

Apa Kabar Wacana Pembangunan Kawasan Industri Karet di Mandor?

Pekerja melakukan proses pengolahan bahan olah karet di pabrik PT Bangkinang di Pekanbaru, Riau, Rabu (27/8). Data Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyatakan belasan pabrik pengolah karet terpaksa mengurangi produksi, dan tiga pabrik diantaranya tutup dan beralih ke bisnis karet akibat kekurangan bahan baku ditambah harga komoditas karet yang terus merosot di pasar internasional. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ed/ama/14.
Industri Karet. ANTARA FOTO/FB Anggoro.

 
KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK–Hilirisasi menjadi kunci untuk mendongkrak harga komoditas unggulan di Provinsi Kalbar. Sehingga muncullah wacana pembangunan kawasan industri karet di Mandor, Kabupaten Landak. Namun, hingga kini tidak kunjung terealisasi.

Anggota DPRD Kabar, Maskendari
Anggota DPRD Kabar, Maskendari

“Sejauh ini belum ada political will yang jelas untuk merealisasikan kawasan industri karet tersebut,” kata Maskendari, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, kepada wartawan di Kota Pontianak, Minggu (22/09/2019).

Kawasan industri karet tersebut, ungkap Maskendari, sangat dinanti-nantikan para petani karet. Karena dengannya, kebutuhan bahan baku untuk dijadikan produk setengah jadi, otomatis akan semakin besar. “Cuma memang belum berjalan. Baru sebatas wacana tanpa realisasi,” sesalnya.

Di Provinsi Kalbar, menurut Legislator PDI Perjuangan ini, cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai petani karet. Bahkan menjadi satu-satunya sumber pendapatan untuk menafkahi keluarga.

Ketika harga karet anjlok, para petani karet cukup banyak yang terpaksa bertahan, lantaran pohon karetnya sudah terlanjur memenuhi kebun. Ketika muncul wacana pembangunan kawasan industri karet, tentu saja menjadi angin segar bagi mereka.

Hilirasi produk dengan membangun kawasan industri karet, kata Maskendari, tentunya sangat berdampak positif bagi petani karet. Minimal tingkat permintaan akan lebih banyak dan harganya menjadi lebih baik. “Kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat,” ujarnya.(dik)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Tegaskan Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak, Perintahkan OPD Teknis Cek Lapangan

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menegaskan para pengusaha sarang burung walet memiliki kewajiban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *