Senin , 15 Juli 2024
Home / EKONOMI / Jelang Imlek Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat di Ngabang masih Stabil

Jelang Imlek Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat di Ngabang masih Stabil

 Pedagang saat berbelanja di Pasar Rakyat Ngabang senin (4/2). FOTO/Kar
Pedagang saat berbelanja di Pasar Rakyat Ngabang senin (4/2). FOTO/Kar

KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Memasuki perayaan Imlek 2019 pantauan sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak masih stabil.

Hingga kini beberapa harga kebutuhan pokok cendrung belum mengalami kenaikan harga yang biasa terjadi di tiap menyambut hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun perayaan Natal.

Salah seorang pedagang di pasar rakyat Ngabang Burhan menuturkan beberapa harga kebutuhan pokok yang hingga saat ini masih stabil diantaranya beras yang masih di jual di kisaran harga Rp. 85.000 perkarung ukuran 8Kg, gula pasir Rp. 12.000 perkilogram, bawang merah Rp. 30.000 hingga Rp. 34.000 perkilogram tergantung mutu, bawang putih Rp. 22.000 perkilogram, mentega kemasan Rp. 9000 perkilogram, Kopi Rp. 40.000 perkilogram, Kacang tanah Rp. 22.000 perkologram, sera telur ayam ras Rp. 1.600 perbutir atau Rp. 265.000 perdus.

“Kalau yang naik itu cuma minyak goreng curah dari harga Rp. 11.000 saat ini naik menjadi Rp. 12.000, selisih kenaikan Rp. 1000,” ungkapnya senin (4/2)

Selain harga sembako yang relatif masih stabil, harga daging babi dan ayam juga masih di jual dikisaran harga normal. Dimana untuk harga daging babi sendiri masih di jual dikisaran harga Rp. 75.000 hingga Rp. 100.000 tergantung jenis daging dan harga ayam potong dijual dikisaran harga Rp.48.000 pekilogramnya.

Meski sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat saat ini cendrung stabil, namun pedagang mengaku sudah satu bulan terakhir animo masyarakat yang berbelanja di pasar cendrung menurun.

Kondisi ini menurut pedagang dipengaruhi dari masih anjloknya sejumlah harga komoniti unggulan masyarkat seperti sawit dan karet.

“Untuk daya beli masyarakat memang sejauh ini cendrung menurun dari beberapa tahun sebelumnya. Hal ini memang cukup berpengaruh pada kami para pedagang,” sambungnya.

Karna itu pedagang berharap agar kondisi tersebut tidak terjadi secara berlarut-larut yang dikhawatirkan akan berimbas langsung pada pendapatan mereka.

“Kalau bisa si harganya jangan sampai naik ditingkat agen, karna secara tidak langsung juga akan berpengaruh kepada kami para pedagang kecil dengan sepinya pembeli,”harapnya (Kar)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Tegaskan Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak, Perintahkan OPD Teknis Cek Lapangan

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menegaskan para pengusaha sarang burung walet memiliki kewajiban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *