Selasa , 28 Mei 2024
Home / NEWS / Memprihatinkan, Begini Kondisi Ruang Kelas SD di Pelosok Perbatasan

Memprihatinkan, Begini Kondisi Ruang Kelas SD di Pelosok Perbatasan

Beginilah kondisi kerusakan SD Negeri Gun Jemak di Pelosok Perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau
Beginilah kondisi kerusakan SD Negeri Gun Jemak di Pelosok Perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU – Kondisi gedung sekolah yang rusak tak menyurutkan semangat siswa SD Negeri 16 Gun Jemak, Kecamatan Entikong, mengikuti proses belajar mengajar. Meskipun beberapa ruang kelas terlihat rusak proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kepala Sekolah SD Negeri 16 Gun Jemak, Supianus mengungkapkan, dari enam ruang kelas yang ada, dua dalam kondisi rusak parah. Satu ruangan, bahkan tidak bisa digunakan sehingga siswanya belajar di ruangan lain yang kondisinya juga rusak.

“Dua lokal ini yang paling parah rusaknya. Lantai-lantainya juga sudah pecah-pecah. Dindingnya jebol,” kata Supianus, Senin (21/1).

Supianus mengatakan, pihak sekolah sudah menyampaikan secara langsung kondisi ruang kelas ini kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau. Melalui penyampaian itu, Supianus berharap ruang kelas yang rusak segera diperbaiki agar proses belajar mengajar di SD pelosok perbatasan itu berjalan lancar. “Sudah kita usulkan, dan kita tinggal menunggu sajalah bagaimana tanggapannya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Sudarsono menyampaikan perbaikan ruang kelas SD Negeri 16 Gun Jemak dilakukan tahun ini. Meski begitu, Sudarsono tidak merinci waktu dimulainya perbaikan karena menunggu tindak lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita sudah dapat laporan dari pihak sekolah. Tapi untuk waktu pengerjaan belum tahu, kita tunggu dari kementerian (Kemendikbud), tapi dalam tahun ini,” ungkap Sudarsono. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Peduli Korban Banjir, Relawan KREN Berikan Bantuan Sembako

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK — Relawan KREN (Karolin-Erani) menyerahkan bantuan berupa sembako kepada korban terdampak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *