
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kabut asap masih terpantau menyelimuti Kota Sanggau pada Kamis (15/10/2026) meski kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin berkurang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro menyampaikan, saat ini kualitas udara di kabupaten itu masuk kategori berbahaya.
“Laporan yang disampaikan Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan pm 2.5 kualitas udara di Sanggau masuk kategori berbahaya,” kata hendro sapaan akrabnya, Kamis (15/10/2026).
Ia memastikan kabut asap yang melanda Kota Sanggau bukan disebabkan Karhutla di Sanggau.
“Kalau melihat data, kasus karhutla pada 14 Oktober 2026 kemarin hanya terdapat satu titik hotspot yang berada di Kecamatan Kapuas dengan akurasi tinggi. Artinya, kabut asap yang melanda kita ini murni kiriman dari daerah lain,” ungkapnya.
Mengingat kualitas udara mulai memburuk, Hendro mengimbau masyarakat kembali menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
“Kami juga mengimbau masyarakat Sanggau menghemat penggunaan air mengingat bencana elnino ini diprediksi hingga akhir tahun 2026,” terangnya.
Hendro memastikan BPBD siap menghadapi bencana karhutla yang menyebabkan kabut asap.
“Kita sudah punya tandon air untuk menangani kebakaran yang sulit mendapatkan akses air. Kita juga punya satu unit kendaraan operasional untuk menjangkau daerah yang sulit. Tentunya dengan didukung peralatan pemadam lainnya yang memang sudah kita siapkan termasuk juga petugasnya,” terangnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya