Selasa , 29 September 2026
Home / NEWS / Satgas Temukan Mobil Bertangki Modifikasi dan Barcode Tak Sesuai Plat Kendaraan

Satgas Temukan Mobil Bertangki Modifikasi dan Barcode Tak Sesuai Plat Kendaraan

Foto—Mobil bertangki modifikasi ditemukan petugas Satgas saat sidak di SPBU Engkayas, Tanjung Kapuas, Senin (28/09/2026)—kiram

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Satuan tugas (Satgas) BBM Kabupaten Sanggau melakuan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bunut, Engkayas, dan Sungai Mawang, Senin (28/09/2026).

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah mengatakan sidak tersebut dilakukan lantaran adanya antrean BBM, serta keluhan masyarakat terhadap harga eceran BBM jenis pertalite di luar kewajaran.

“Berdasarkan pantauan antrean kendaraan masih terjadi jumlah kendaraan lebih dari 30 kendaraan roda empat sementara kendaraan motor tidak terlalu panjang (masih di dalam pagar  SPBU). Masih dijumpai penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan plat kendaraan. Ditemukan kendaraan yang memiliki tangki yang dimodifikasi terparkir tanpa sopir,” ungkap Shopiar Juliansyah.

Ia juga mengatakan, penghentian pelayanan pengisian jeriken oleh pihak SPBU karena khawatir menimbulkan salah paham masyarakat. Shopiar mengaku sejumlah masyarakat memang memiliki rekomendasi resmi untuk mengisi BBM guna kebutuhan speed boat.

“Tim telah telah melakukan edukasi terkait pelayanan ini yang memang harus dilakukannya asalkan sesuai barcode yang diterbitkan dinas terkait. Masih dijumpai masyarakat yang meminta pelayanan dengan jiriken dan sedikit memaksa petugas,” katanya.

Khusus SPBU Bunut, kata Shopiar, terjadi keterlambatan distribusi BBM dari depot Pertamina Pontianak. Sedangkan untuk SPBU Sungai Mawang dan Engkayas hanya mendapat suplai pertalite sebanyak delapan kilo liter. Beberapa jenis BBM non subsidi seperti dexlite bahkan lebih dari dua hari belum disuplai.

“Telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengelola SPBU terkait SE bupati dan hal-hal yang harus menjadi perhatian pihak SPBU dalam mengupayakan ketertiban kelancaran dan kepatuhan dalam pendistribusian BBM sesuai ketentuan, serta meminimalisir gangguan keamanan akibat penumpukan kendaraan,” beber Shopiar.

Untuk sidak kali ini, ia mengaku masih menggunakan pendekatan persuasif. Hasil temuan Satgas akan dievaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil temuan dan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan sidak tahap pertama. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Sanggau Tak Diperpanjang

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau dinilai sudah dapat dikendalikan. …