
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Sebanyak tujuh perwira siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) mendatangi Posko Satgas Karhutla Sanggau, Kamis (03/09/2026). Kedatangan mereka diterima langsung Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Sanggau, Didit Richardi dan jajarannya.
“Kami dari Pasis Siswa Sesko TNI. Kita mau silaturahmi, wawancara, edukasi saling bertukar pikiran dengan BPBD Kabupaten Sanggau tentang Karhutla. Kita bicara bagaimana penanganannya, mulai dari tahap mitigasi yang lebih baik, dengan SOP supaya cepat teratasi. Tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah ini supaya bisa dilaksanakan dengan baik,” kata salah seorang Pasis Sesko TNI, Kolonel Inf. Raja Gunung Nasution usai pertemuan.
Ia mengatakan, mempercepat penanganan Karhutla harus memperkuat kolaborasi. Raja berharap ada langkah yang lebih baik guna mencegah agar Karhutla tak terjadi lagi.
“Sosialisasi telah diberikan pemerintah. Kita juga bantu penyuluhan dengan masyarakat sampai ke desa-desa. Mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik.” ujarnya.
“Sudah berjalan, semua kita sudah berupaya baik dari kabupaten, TNI/Polri, semua pihak sudah berusaha semaksimal mungkin menangani Karhutla,” tambah Raja.
Sementara itu, Kalak BPBD Sanggau, Didit Richardi mengatakan ketujuh perwira militer tersebut ditugaskan Sesko TNI ke kabupaten/kota yang dilanda Karhutla.
“Apa hasil dari tukar pikiran itu, mereka bawa kembali ke Sesko dan mereka bahas bersama akdemisi yang menjadi narasumber juga di Sesko nanti,” kata Didit.
“Kami berharap dari hasil pertemuan ini, mereka bisa membawa formulasi ke pusat, mereka rumuskan dan menjadi solusi terhadap Karhutla ke depannya. Terutama tindakan pencegahan mitigasi yang kita perkuat, supaya tidak terjadi tiap tahunnya,” lanjutnya.
Didit mengatakan, para Pasis Sesko TNI tersebut ingin mengumpulkan data maupun solusi dari Kabupaten Sanggau. Mereka juga telah bergerak di desa-desa hingga kecamatan.
“Ini BPBD mereka juga menyaring pendapat, solusi, dan masalah yang selama ini kita temui penyebab Karhutla. Itu mereka formulasikan. Mereka bawa kembali ke Bandung ke Sesko. Akhirnya itu nanti sebagai formulasi,” beber Didit.
Kepada para Pasi Sesko TNI tersebut, Didit juga mengaku agar tak menyalahkan peladang dalam hal Karhutla. Para peladang, lanjut dia, dalam membuka lahan dengan cara membakar sudah berlangsung berkelanjutan dengan sangat hati-hati dan berdasarkan kearifan lokal.
“Jadi coba dirumuskan, mungkin dari pihak korporasi juga bisa mereka formulasikan bisa menjadi penyebab Karhutla ini. Ini belum dirumuskan, karena kami di BPBD hanya bersifat untuk penanganan. Untuk mitigasi segala macam, ada pihak-pihak seperti Dinas LH, DPMPTSP, Disbunnak, itu yang lebih tahu penyebab Karhutla ini. Kami lebih pada pencegahan ketimbang reaktif,” jelas Didit. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya