Selasa , 25 Agustus 2026
Home / NEWS / Gubernur Ria Norsan Ingatkan Kewaspadaan Menghadapi Puncak Kemarau

Gubernur Ria Norsan Ingatkan Kewaspadaan Menghadapi Puncak Kemarau

Gubernur Kalbar, Ria Norsan

 

KALIMANTAN TODAY, KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal sekaligus melihat langsung efektivitas strategi pemadaman melalui operasi darat dan udara di tengah kondisi musim kemarau.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan menyampaikan perkembangan terkini titik panas berdasarkan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi). Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan tersebut, terjadi pergeseran sebaran titik panas dari wilayah Kalimantan ke Sumatera.

“Berdasarkan data Sipongi, titik panas di Sumatera tercatat 127 di Sumatera Selatan, 54 di Riau, dan 40 di Jambi. Sementara di Kalimantan Barat mengalami penurunan menjadi 28 titik, dengan rincian Ketapang 16 titik, Melawi 11 titik, dan Kubu Raya 1 titik,” ujarnya.

Menhut mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan dalam menangani karhutla di Kalimantan Barat. Penurunan titik panas tersebut tidak terlepas dari upaya bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta Masyarakat Peduli Api, yang didukung sekitar 200 kali aksi pemadaman udara.

“Meskipun api mulai padam, asap masih menyelimuti wilayah karena pembakaran tidak sempurna di lahan gambut,” jelasnya.

Mengingat kondisi cuaca yang semakin kering, Menteri Kehutanan juga mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada September.

“Masyarakat sangat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca kering ini. Pemerintah pusat maupun daerah menghargai kearifan lokal, namun di kondisi yang sangat kering ini, percikan api sekecil apa pun sangat berbahaya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Forkopimda, serta seluruh tim gabungan yang terus bekerja dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

“Sinergi TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat, dan Brigade KPH berhasil menekan titik api di Kalbar dari sebelumnya lebih dari 2.000 titik menjadi 28 titik. Meski terjadi penurunan, kami mengingatkan agar tidak lengah karena puncak El Nino diprediksi BMKG terjadi pada September,” kata Ria Norsan.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan kewaspadaan seluruh pihak, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat koordinasi bersama Satgas Karhutla untuk meminimalkan risiko bencana asap sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.(ais/ica)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Gubernur Ria Norsan Sambut Panglima TNI dan Kapolri,Pastikan Kesiapan Penanganan Karhutla

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menyambut …