
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono mengatakan pembangunan tribun MTQ di setiap kecamatan merupakan kewenangan dinas yang dipimpinanya.
“Untuk konstruksi atau pelaksanaan fisik tribun MTQ itu menjadi kewenangan Dinas PUPR. Sudah ada beberapa tribun MTQ yang sudah kita bangun, mulai dari Jangkang, Tayan Hulu, Toba, Sekayam dan terakhir Kecamatan Tayan Hilir,” kata Aris Sudarsono, Senin (22/06/2026).
Ia mengatakan pembangunan tribun MTQ dikerjakan melalui APBD. Pengerjaannya dilakukan swakelola oleh kelompok swadaya masyarakat yang dibentuk melalui SK Camat.
“Untuk tribun itu rata-rata secara anggaran berkisar Rp.1,6-Rp.2 miliar, dengan bangunan yang sama. Besar anggaran ini tergantung lokasi. Ada yang butuh pematangan lahan ada yang sudah matang, saperti yang di Tayan Hilir ini, karena lahannya sudah matang jadi untuk anggaran hanya Rp.1,6 miliar,” ungkapnya.
Untuk lokasi tribun MTQ, kata Aris, ditetapkan LPTQ Kabupaten Sanggau setelah mendapat persetujuan LPTQ Provinsi Kalbar. MTQ tahun 2026 digelar di Kecamatan Tayan Hulu, dan 2027 akan digelar di Kecamatan Beduai.
Sedangkan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya diserahkan pada OPD lain, maupun CSR dari perusahaan di sekitar lokasi MTQ.
“Misalnya untuk lampu jalan akses, dikelola Dinas Perhubungan. Untuk jalan akses sendiri baik masuk dan keluar, itu di Dinas Perkimtan atau bisa juga melalui CSR perusahaan di sekitar lokasi. Untuk toilet umum maupun sanitasi melalui CSR perusahaan,” sebut Aris.
Ia mengatakan usai dibangun bangunan infrastruktur bekas MTQ diserahkan ke pihak kecamatan. Pihak kecamatan lah yang mengoperasikan, mengelola dan sekaligus memelihara.
“Biasanya infrastruktur eks MTQ ini akan digunakan kegiatan lainnya. Karena tujuannya itu untuk membuka lahan dan mengembangkan wilayah kecamatan. Memang hampir seluruh kecamatan sudah terbangun tribun, yang belum tinggal dua yaitu Beduai dan Noyan. Lainnya sudah ada tribun dan lapangannya. Sampai sekarang sudah berfungsi,” beber Aris.
Setelah tribun MTQ telah dibangun di seluruh kecamatan, Dinas PUPR masih akan melakukan perbaikan maupun peningkatan.
“Tentunya kita mengikuti, pertama usulan dari kecamatan, kemudian instruksi dari Bupati. Biasanya masyarakat minta peningkatan, baik tribunnya sendiri atau rehab. Kalau sudah bertahun-tahun 5-10 tahun. Camat juga mendorong usulannya melalui Musrembang. Termasuk tribun yang di Bonti. Itu kan sudah rusak, tak berfungsi maksimal, mereka mengusulkan untuk direhab,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya