Jumat , 22 Mei 2026
Home / NEWS / Ada 55 Kasus Cikungunya di Sanggau, Terbanyak di Tanjung Sekayam

Ada 55 Kasus Cikungunya di Sanggau, Terbanyak di Tanjung Sekayam

Foto—Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Marlina

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Marlina menyebut ada 55 kasus cikungunya di Sanggau terhitung sejak Januari-Mei 2026.

“Terdiri dari Tanjung Sekayam ada 24 kasus, Rumah Sakit Sentra Medika ada 1 kasus. Total suspect ada 80. Terbanyak di Puskesmas Sanggau dan Tanjung Sekayam. (Lonjakan, red) mulai April minggu pertama,” ungkap Marlina, Kamis (21/06/2026).

Meski terjadi lonjakan, Marlina menegaskan belum masuk status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat cikungunya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, cikungunya tak jauh berbeda dari Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebarkan nyamuk Aedes aegypty dan nyamuk Aedes albopictus. Pencegahannya lebih pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan ditandai dengan serangan nyeri dan demam. Penyakit ini disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus.

Masa inkubasi berkisar 1-4 hari, merupakan penyakit yang self-limiting dengan gejala akut yang berlangsung 3-10 hari. Nyeri sendi merupakan keluhan utama pasien, yang kadang-kadang berlangsung beberapa minggu hingga bulan.

Gejala utama demam Chikungunya (demam chik) adalah demam mendadak, nyeri pada persendian, terutama pada sendi lutut, pergelangan, jari kaki, tangan, tulang belakang, serta ruam pada kulit. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Fakultas Kedokteran Untan Buka Program Dokter Spesialis

  Dokter anestesi merupakan garda terdepan keselamatan pasien dalam situasi kritis KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – …