Jumat , 22 Mei 2026
Home / NEWS / Jumlah dan Keaktifan Posyandu di Kabupaten Sanggau Menurun, Ini Penjelasannya

Jumlah dan Keaktifan Posyandu di Kabupaten Sanggau Menurun, Ini Penjelasannya

Foto—Sekda Aswin memberikan sambutan sekaligus membuka  kegiatan advokasi/koordinasi pelaksanaan transformasi layanan primer dalam posyandu kepada TP Posyandu lintas sektor, Kamis (21/06/2026) di aula Hotel Harvey Sanggau—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, Aswin Khatib membuka kegiatan advokasi/koordinasi pelaksanaan transformasi layanan primer dalam posyandu kepada TP Posyandu lintas sektor, Kamis (21/06/2026) di aula Hotel Harvey Sanggau.

Dalam sambutannya, Aswin mengatakan jika jumlah dan persentase keaktifan Posyandu di Kabupaten Sanggau menurun. Ia menyebut tahun 2025 Kabupaten Sanggau memiliki 671 Posyandu dengan Posyandu aktif sebesar 91,64 persen. Dengan rata-rata Posyandu per desa dan rasio Posyandu per 1000 Balita yaitu 66,59 persen.

“Tahun 2026 kondisi sampai Februari jumlah Posyandu 665 dengan Posyandu aktif sebesar 58.00 persen. Dengan rata-rata Posyandu per desa dan rasio Posyandu per 1000 balita yaitu 67,06 persen,” ungkapnya.

“Dari data tersebut dapat kita sampaikan bahwa pertumbuhan dan keaktifan Posyandu mengalami penurunan secara keseluruhan,” sambungnya.

Aswin mengatakan penurunan jumlah Posyandu akibat adanya penggabungan Posyandu lantaran adanya aturan terbaru. Ada tujuh Posyandu yang digabung. Meski demikian, ia menegaskan secara indikator kualitas tetap akan tercapai.

“Dengan dikeluarkannya Permendagri nomor 13 tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) maka Posyandu juga mengalami transformasi menjadi New Posyandu dengan konsep yang berbeda,” terangnya.

Ia menjelaskan, kelompok kerja operasional (Pokjanal) berubah menjadi tim pembina Posyandu dengan enam bidang SPM yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan bidang Trantimbun Linmas.

“Dengan demikian Posyandu akan berubah struktur kepengurusan dari Tim Pokjanal Posyandu menjadi tim pembina Posyandu. Untuk itu harus ada upaya yang dapat dilakukan semua lintas sektoral terkait TP Posyandu untuk mencapai layanan  primer (ILP) dan Posyandu aktif tercapai,” bebernya. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Fakultas Kedokteran Untan Buka Program Dokter Spesialis

  Dokter anestesi merupakan garda terdepan keselamatan pasien dalam situasi kritis KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – …