Sabtu , 16 Mei 2026
Home / NEWS / Waspada Penyebaran Hantavirus di Sanggau, Najori: Bisa Sebabkan Kematian

Waspada Penyebaran Hantavirus di Sanggau, Najori: Bisa Sebabkan Kematian

Foto—Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori meminta masyarakat waspada terhadap penyebaran Hantavirus. Informasinya yang ia terima, sudah ada satu kasus pasien Hantavirus di Kabupaten Ketapang.

 

Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang, Najori mengaku pihaknya tetap waspada. Virus yang ditularkan dari kotoran tikus ini tak bisa dipandang remeh. Virus ini menyerang saluran pernapasan. Pada tingkat paling parah, dapat menyebabkan kematian.

 

“Hantavirus ini penularannya dari kotoran binatang, terutama tikus. Berdasarkan informasi yang kami terima, di Indonesia ini ada 23 kasus, satu di antaranya di Kalimantan Barat. Itu di daerah Ketapang. Sekarang masih dalam masa pengobatan, kata Najori kepada wartawan, Sabtu (16/05/2026).

 

Ia mengungkapkan, dari banyak kasus penderita Hantavirus adalah mereka yang bekerja di kapal. Pasalnya banyak tikus bersarang di kapal.

“Dari kotoran dan kencing tikus. Kemudian pencemaran dari debu. Tapi bukan berarti debu tanah. Debu dari kotoran tikus yang mengering dan beterbangan,” ungkapnya.

 

Karenanya menjaga kebersihan merupakan cara utama mencegah penyebaran Hantavirus. Terutama menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Lingkungan yang kotor berpotensi menjadi tempat tikus bersarang.

 

“Makanya kita waspada agar masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah adanya tikus yang berkeliaran. Sebenarnya kalau disebut Hantavirus ini, bisa menyebabkan kematian, jika tak segera diatasi,” tegasnya.

 

Ia juga mengimbau warga yang ingin membersihkan rumah, apalagi jika terdapat sarang tikus, tetap menggunakan masker.  Antisipasi debu dari kotoran tikus yang mengering dan beterbangan.

 

“Kalau ada yang merasa sesak napas, demam, atau pun tak enak badan, segera lakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat. Terutama kami di Puskesmas Toba, dan Tayan Hilir, Puskesmas Kampung Kawat, yang dekat dengan perbatasan Ketapang,” ungkapnya.

 

Sejauh ini, Najori mengatakan tak ada vaksi khusus untuk Hantavirus. Terpenting adalah upaya pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (Ram)

 

Tentang Redaksi

Cek Juga

Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Kunjungi Kalbar, Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, …