
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sanggau dinilai cukup tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Bari di usai membuka kegiatan dialog pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika, dan prekursor narkotika, Senin (20/04/2026) di Hotel Harvey Sanggau.
Bari menyebut berdasarkan Indonesia Drug Report Tahun 2022-2025, Kabupaten Sanggau menempati urutan ke lima se-Kalbar sebagai wilayah rawan narkoba, setelah Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Bengkayang.
“Untuk di Sanggau sendiri (untuk peredaran narkoba, red) termasuk angka yang cukup tinggi. Ada beberapa pintu masuk yang kita curigai. Kabupaten Sanggau ini kan berdekatan dengan border lintas batas negara tetangga,” kata dia kepada awak media.
Bari mengaku, persoalan peredaran narkoba di Kabupaten Sanggau juga dibahas dalam rapat-rapat Komite Intelijen Daerah. Tak hanya Sanggau, tapi juga daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Sementara itu, Sekda Sanggau, Aswin Khatib menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memerangi narkoba. Caranya dengan memaksimalkan sosialisasi hingga ke desa-desa. Aswin mengakui jika peredaran barang haram itu sudah sampai ke pelosok desa dan menyasar generasi muda.
“Narkoba wajib kita perangi. Jangan sampai terjadi di keluarga sampai ke masyarakat. Sosialisasi tetap kita jalankan terus. Makanya tadi saya bilang di Sanggau ini sudah bagus. Sosialisasi sampai ke desa-desa agar menghindari narkoba itu sudah jalan,” akunya.
Ia juga menegaskan, pencegahan narkoba harus dimulai dari diri dan lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Kepala keluarga memiliki peran krusial dalam mencegah peredaran narkoba di keluarganya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya