Senin , 19 Januari 2026
Home / BANGUN KALBAR / Siapa Erlina Ria Norsan? Menjahit Sinergi Perempuan Kalimantan Barat Menuju Emas 2045

Siapa Erlina Ria Norsan? Menjahit Sinergi Perempuan Kalimantan Barat Menuju Emas 2045

Peran Ketua TP PKK Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan menguatkan sinergi organisasi wanita, BKOW, UMKM, keluarga, serta SDM daerah demi visi Indonesia Emas 2045 berbasis pemberdayaan perempuan. (ist)

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Di Aula Garuda, Pontianak Kalimantan Barat Jumat pagi terasa hangat. Bukan sekadar udara tropis, melainkan getar pertemuan ratusan perempuan penggerak organisasi se-Kalimantan Barat.

Hari Ibu Nasional ke sembilan puluh tujuh hadir bukan sebagai seremoni sunyi. Ruang itu menjadi panggung gagasan, doa, tekad, serta harapan panjang menuju Indonesia Emas dua ribu empat puluh lima.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, berdiri tenang, fokus.

Sorot mata mantap, suara terukur, pilihan kata tertata. Ia datang membawa pesan utama sinergi.

Bukan sinergi retoris, melainkan kerja bersama lintas organisasi wanita melalui Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Kalimantan Barat.

Erlina Ria Norsan menyampaikan dukungan penuh bagi BKOW Kalimantan Barat sebagai payung besar organisasi wanita. Dukungan itu berpijak pada pengalaman lapangan.

PKK, Dharma Wanita, GOW, hingga komunitas akar rumput selama ini bergerak mendampingi keluarga. Gerak kecil itu memerlukan simpul besar agar langkah seirama, tujuan searah.

Dalam sambutan resmi, Erlina Ria Norsan, menegaskan kekuatan perempuan tidak lahir dari kerja sendiri.

Kekuatan tumbuh melalui kebersamaan, kekompakan, serta kepercayaan. Pada momen itu, satu kutipan menjadi penanda sikap resmi sekaligus arah moral.

“Kami mendoakan agar BKOW ke depan semakin sukses dan istiqomah dalam menjalankan perannya. Sinergi organisasi wanita menjadi kekuatan besar dalam mendorong peran aktif perempuan dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Erlina Ria Norsan.

Doa, konsistensi, sinergi, serta visi nasional terajut dalam satu tarikan napas. Dari titik itu, peringatan Hari Ibu Nasional ke sembilan puluh tujuh berubah menjadi narasi pembangunan sosial.

Sinergi Perempuan Kalimantan Barat

BKOW Kalbar hadir bukan sekadar forum rapat. Lembaga ini menjadi ruang temu gagasan lintas generasi, lintas latar, lintas profesi.

Di bawah payung BKOW, organisasi wanita menemukan jalur koordinasi lebih rapi. Erlina memandang posisi ini strategis bagi Kalimantan Barat.

Perempuan berperan sebagai penggerak keluarga. Keluarga menjadi fondasi masyarakat. Masyarakat menjadi fondasi daerah.

Rantai ini menuntut konsistensi pendampingan. Melalui sinergi, program pendidikan keluarga, kesehatan ibu anak, ekonomi rumah tangga, hingga ketahanan sosial dapat berjalan berkesinambungan.

Erlina Ria Norsan menilai kerja organisasi wanita perlu melampaui agenda internal. Kerja itu mesti menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

BKOW berfungsi sebagai orkestrator. Setiap organisasi membawa alat musik berbeda. Tanpa dirigen, bunyi bisa sumbang. Dengan koordinasi, harmoni tercipta.

Ratusan penggerak wanita dari empat belas kabupaten kota hadir membawa cerita lapangan. Ada kisah ibu rumah tangga naik kelas menjadi pelaku UMKM.

Ada cerita kader posyandu setia mendampingi balita. Ada pula pengalaman relawan kesehatan mendatangi desa terpencil.

Semua cerita itu menegaskan satu hal. Perempuan Kalbar bekerja dalam diam, memberi dampak nyata.

Erlina Ria Norsan mendorong agar cerita lapangan itu terhubung menjadi kebijakan. Data kegiatan, jumlah penerima manfaat, hingga hasil program perlu terdokumentasi rapi.

Dari sana, advokasi kebijakan lebih mudah dilakukan. BKOW memiliki posisi strategis menyatukan data tersebut.

Sinergi bukan sekadar jargon. Sinergi berarti berbagi peran, berbagi sumber daya, berbagi panggung keberhasilan.

Erlina Ria Norsan menolak ego sektoral. Ia mendorong semangat kolektif. Pembangunan daerah memerlukan tangan banyak pihak, terutama perempuan.

Peran BKOW Strategis

Sebagai payung besar organisasi wanita, BKOW Kalbar memikul tanggung jawab moral.

Tanggung jawab itu terlihat dalam rangkaian kegiatan Hari Ibu Nasional ke sembilan puluh tujuh. Acara tidak berhenti pada pidato.

BKOW menghadirkan bazar UMKM, rapat konsolidasi, lomba edukatif anak, socio drama, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Bazar UMKM menjadi etalase ekonomi keluarga. Produk lokal tampil percaya diri. Kerajinan, kuliner, fesyen rumahan menandai kreativitas perempuan Kalimantan Baat.

Kegiatan ini memberi ruang promosi sekaligus jejaring pasar. Erlina menilai UMKM sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. Dukungan organisasi wanita memperkuat keberlanjutan usaha.

Rapat konsolidasi organisasi wanita dari empat belas kabupaten kota berlangsung serius.

Agenda membahas program prioritas, tantangan lapangan, serta strategi kolaborasi. Forum ini menegaskan BKOW sebagai pusat koordinasi, bukan sekadar simbol.

Lomba edukatif anak serta socio drama membawa pesan halus. Pendidikan karakter dimulai sejak dini.

Anak belajar nilai empati, kerja sama, serta penghormatan bagi ibu. Melalui pendekatan kreatif, pesan tersampaikan tanpa paksaan.

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis melibatkan enam ratus sembilan puluh lima peserta serta undangan.

Angka ini mencerminkan kebutuhan layanan kesehatan terjangkau. Pemeriksaan sederhana mampu mencegah risiko penyakit lebih berat. Erlina Ria Norsan menekankan pentingnya kesinambungan layanan semacam ini.

Menurut Erlina Ria Norsan, kegiatan pemberdayaan perlu berkelanjutan. Dampak nyata tercipta melalui rutinitas, bukan acara tunggal. Ia berharap BKOW bersama organisasi wanita terus menggelar kegiatan serupa.

Aspirasi lapangan dapat tersampaikan melalui jalur organisasi. Program pemerintah dapat disosialisasikan melalui jaringan kader. Simpul ini mempercepat capaian pembangunan.

Menuju Indonesia Emas

Visi Indonesia Emas dua ribu empat puluh lima menjadi benang merah pidato Erlina. Visi ini bukan slogan kosong.

Visi ini menuntut persiapan panjang sejak hari ini. Sumber daya manusia berkualitas menjadi kunci. Perempuan memegang peran sentral dalam proses itu.

Erlina Ria Norsan menempatkan perempuan sebagai agen perubahan. Agen perubahan tidak selalu tampil di mimbar. Agen perubahan hadir di dapur, ruang kelas, posyandu, pasar, serta balai desa.

Dari ruang sederhana itu, nilai disiplin, kerja keras, kejujuran, serta empati ditanamkan.

Ketahanan keluarga menjadi fondasi Indonesia Emas. Ketahanan ini mencakup ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta sosial budaya. Organisasi wanita bergerak pada sektor tersebut. Sinergi mempercepat hasil.

Erlina mengajak seluruh organisasi wanita menjaga kekompakan. Perbedaan latar organisasi tidak boleh menjadi sekat.

Tujuan bersama lebih besar. Kalimantan Barat memerlukan perempuan tangguh, adaptif, berdaya saing, serta berakar pada nilai lokal.

Dalam konteks daerah, pembangunan sering diukur melalui infrastruktur fisik. Erlina mengingatkan pembangunan manusia tidak kalah penting.

Erlina Ria Norsan juga berharap kegiatan BKOW terus memberi dampak nyata. Ia menaruh harapan pada generasi muda perempuan.

Regenerasi kepemimpinan organisasi wanita perlu disiapkan sejak dini. Pelatihan, pendampingan, serta ruang partisipasi menjadi kunci.

Hari Ibu Nasional ke sembilan puluh tujuh menjadi refleksi. Perempuan tidak hanya diperingati.

Perempuan perlu difasilitasi. Negara, daerah, organisasi, serta masyarakat memiliki peran bersama.

Hari itu menegaskan satu pesan. Sinergi perempuan Kalimantan Barat bukan retorika. Sinergi hadir dalam kerja nyata, angka partisipasi, program lapangan, serta komitmen jangka panjang.

Erlina Ria Norsan tampil sebagai pengikat simpul, bukan pusat sorotan pribadi.

Dari Aula Garuda, pesan itu mengalir ke kabupaten kota, desa, serta rumah tangga. Pekerjaan besar masih menanti.

Namun, dengan sinergi organisasi wanita, jalan menuju Indonesia Emas dua ribu empat puluh lima terasa lebih terang benderang. (REM)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Penanganan Stunting di Pusat Pemulihan Gizi Landak Tunjukkan Hasil Positif, Perbaiki BB Anak hingga Edukasi Orang Tua

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK – Upaya penanganan stunting melalui Pusat Pemulihan Gizi (PPG) Kabupaten Landak …