Senin , 12 Januari 2026
Home / BANGUN KALBAR / Langkah Sunyi Ria Norsan, Menjaga Tubuh Pikiran Kalimantan Barat

Langkah Sunyi Ria Norsan, Menjaga Tubuh Pikiran Kalimantan Barat

Kebiasaan jalan kaki Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjadi pesan hidup sehat dekat rakyat. Dari Taman Digulis Pontianak, langkah sederhana menghadirkan teladan gaya hidup aktif terjangkau semua kalangan (IG Medsos Ria Norsan)

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Pada Minggu pagi sebelas Januari dua ribu dua puluh enam, sebuah unggahan sederhana muncul di linimasa Instagram milik Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Tidak ada pidato. Tidak ada podium. Tidak ada iring iringan formal. Hanya dua pasang kaki melangkah perlahan di ruang hijau Kota Pontianak. Unggahan itu memuat kalimat singkat.

“Langkah demi langkah untuk hidup lebih sehat. Jalan kaki menjadi pilihan olahraga mudah serta bermanfaat. Mari terus bergerak,” tulisnya melalui akun Instagram @rianorsan.id dinukil Kalimantantoday.com.

Kalimat ringkas itu datang dari akun resmi Ria Norsan. Sebuah pesan publik tanpa teriakan. Sebuah ajakan tanpa tekanan. Sebuah contoh tanpa jarak.

Pagi itu, Ria Norsan terlihat berjalan kaki bersama sang istri Erlina. Lokasi pilihan jatuh pada kawasan Taman Digulis Universitas Tanjungpura. Ruang terbuka kota berada di jantung aktivitas warga. Tempat mahasiswa berbaur bersama orang terkasih, keluarga, pekerja, serta lansia.

Di tengah agenda pemerintahan padat, langkah kaki menjadi bahasa kepemimpinan paling sunyi. Tidak menuntut sorotan. Tidak memerlukan panggung. Cukup hadir di ruang publik, berjalan sejajar bersama warga.

Jalan Itu Kaki Sehat

Taman Digulis berdiri sebagai simbol denyut kota Pontianak. Di sekeliling Tugu Digulis, lintasan lari membingkai ruang hijau. Pepohonan tumbuh rapi. Udara pagi terasa lebih jujur. Aktivitas warga berlangsung alami.

Jogging track ramai oleh pelari ringan. Sepeda melintas tanpa klakson keras. Anak anak bermain tanpa sekat. Mahasiswa duduk berbincang di bangku taman. WiFi publik menyala tanpa suara.

Di ruang terbuka semacam ini, jalan kaki menemukan makna sosial. Ia bukan sekadar aktivitas fisik. Ia menjadi pertemuan antar tubuh, antar pikiran, antar generasi.

Langkah Ria Norsan di taman itu menyatu bersama denyut kota. Tidak ada pengawalan mencolok. Tidak ada jarak visual. Sosok pemimpin hadir sebagai manusia biasa. Tubuh bergerak. Nafas teratur. Keringat jujur.

Jalan kaki menolak kesan eksklusif. Tidak memerlukan alat mahal. Tidak menuntut waktu panjang. Tidak meminta latar sosial tertentu. Gerak ini merata bagi semua lapisan.

Bagi kesehatan jantung, jalan kaki menjaga ritme detak stabil. Bagi metabolisme, ia membantu pembakaran energi perlahan. Bagi pikiran, ia membuka ruang tenang. Bagi emosi, ia memberi jarak dari hiruk pikuk.

Pilihan jalan kaki mengajarkan kesadaran. Setiap langkah terasa. Setiap napas terdengar. Setiap denyut hidup terukur tanpa ambisi berlebihan.

Ruang Publik Hidup

Taman Digulis bukan sekadar taman. Ia ruang temu kota. Ia panggung keseharian. Ia laboratorium sosial terbuka.

Di tempat ini, konsep hidup sehat tidak terasa menggurui. Ia tumbuh alami dari kebiasaan warga. Jalan kaki terjadi karena ruang tersedia. Sepeda hadir karena lintasan aman. Duduk santai berlangsung karena bangku ramah.

Kehadiran pemimpin di ruang semacam ini memperkuat pesan kesehatan publik. Teladan bekerja lebih kuat dibanding imbauan tertulis. Gerak tubuh berbicara lebih lantang dibanding slogan panjang.

Ria Norsan tidak menyampaikan ceramah kesehatan. Ia tidak memegang mikrofon. Ia hanya berjalan. Namun pesan itu sampai.

Kebijakan kesehatan publik sering terjebak angka. Statistik. Program. Anggaran. Jalan kaki menghadirkan sisi manusiawi. Ia berbicara melalui kebiasaan.

Kota sehat tidak lahir dari papan larangan. Kota sehat tumbuh dari ruang aman. Taman kota berfungsi sebagai sarana pencegahan penyakit. Ruang hijau menjadi obat gratis.

Di Kota Pontianak, Taman Digulis memikul peran itu. Ia menampung aktivitas warga lintas usia. Ia merawat kebugaran tanpa biaya. Ia menumbuhkan kebiasaan bergerak secara konsisten.

Langkah kaki pagi hari membawa ritme kota lebih pelan. Tidak terburu. Tidak saling mendahului. Semua bergerak sesuai kemampuan masing masing.

Teladan Kepemimpinan Tenang

Dalam dunia kepemimpinan modern, citra sering dibangun melalui pernyataan besar. Namun teladan kecil justru lebih bertahan. Jalan kaki menjadi simbol kepemimpinan sadar tubuh.

Ria Norsan menunjukkan keseimbangan peran publik serta perawatan diri. Di sela agenda pemerintahan, tubuh tetap diajak bergerak. Pikiran diberi ruang bernapas.

Kebiasaan ini memberi pesan implisit. Pemimpin sehat memerlukan tubuh terawat. Kebijakan publik memerlukan pikiran jernih. Jalan kaki mendukung keduanya.

Bersama sang istri, langkah terasa lebih bermakna. Kesehatan menjadi urusan keluarga. Bukan sekadar kewajiban jabatan. Bukan pencitraan sesaat.

Di banyak rumah tangga, olahraga sering kalah oleh kesibukan. Jalan kaki menawarkan solusi realistis. Ia bisa dilakukan bersama. Ia memperkuat relasi. Ia membangun kebiasaan.

Langkah pelan mengajarkan kesabaran. Tidak semua hasil harus cepat. Tidak semua target harus dikejar. Konsistensi lebih penting dibanding kecepatan.

Dalam konteks masyarakat urban, pesan ini relevan. Banyak warga terjebak rutinitas duduk. Tubuh pasif. Pikiran lelah. Jalan kaki memutus pola itu secara lembut.

Ria Norsan mengajak tubuh kembali mengenali gerak alami. Ia mengembalikan kesadaran pada ruang sekitar. Ia membuka dialog sunyi antara diri serta lingkungan.

Setiap langkah menjadi pengingat sederhana. Hidup sehat tidak selalu rumit. Tidak selalu mahal. Tidak selalu eksklusif.

Ia hadir di trotoar. Di taman kota. Di jalan kampung. Di halaman rumah. Jalan kaki mengajarkan kesetaraan.

Semua orang memulai dari langkah pertama. Tidak ada garis start mewah. Tidak ada podium akhir.

Dari langkah sederhana itulah, kesehatan publik tumbuh pelan namun pasti. Ria Norsan memilih memberi contoh melalui tubuh sendiri.

Tanpa narasi berlebihan. Tanpa tuntutan. Tanpa tekanan. Hanya satu pesan jujur. Mari terus bergerak.(Redaksi)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Gubernur Ria Norsan Apresiasi Pontianak Jadi Tuan Rumah Proliga Dan Kejuaraan Voli Asia 2026

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., mengapresiasi …