Selasa , 22 September 2026
Home / NEWS / Kontribusi Perusahaan di Sanggau Minim Tangani Bencana Karhutla

Kontribusi Perusahaan di Sanggau Minim Tangani Bencana Karhutla

Foto–Rapat evaluasi status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sanggau tahun 2026, Senin (21/09/2026)—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Status tanggap darurat  bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau resmi dialihkan menjadi status transisi darurat kepemulihan.

Status tersebut merupakan hasil rapat evaluasi status tanggap darurat bencana Karhutla Kabupaten Sanggau tahun 2026 yang digelar di ruang VIP Sabang Merah Kantor Bupati Sanggau, Senin (21/09/2026). Dipimpin langsung Wakil Bupati Sanggau yang juga Komandan Satgas Karhutla, Susana Herpena.

“Terima kasih kepada seluruh tim Satgas yang bekerja selama sekitar 28 hari. Puji Tuhan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau bisa kita atasi. Kabupaten Sanggau mampu menekan hot spot secara maksimal,” kata Susana.

“Hari ini status tanggap darurat resmi kita alihkan ke status transisi darurat kepemulihan. Dengan catatan, kerja Satgas tetap berlanjut dan utamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat di atas  segalanya,” sambungnya.

Dalam rapat tersebut juga terungkap, minimnya kontribusi perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Sanggau dalam ikut menangani bencana Karhutla.

“Banyak laporan juga keterlibatan para perusahaan masih minim. Nanti kami akan sidak langsung, dan akan didata terkait kewajiban mereka melalui Surat Edaran Bupati,” ungkapnya

Susana menegaskan, setiap perusahaan wajib memiliki peralatan pemadaman dan embung. Mereka harus berkontribusi dalam penanganan Karhutla, dan distribusi air kepada masyarakat tempat berinvestasi.

“Karena kita masih kondisi kering,” tegas Susana.

Ia juga mewanti-wanti meski status tanggap darurat telah diganti transisi darurat kepemulihan, bukan tidak mungkin statusnya akan kembali dinaikkan. Mengingat saat ini masih ada sekitar 500 hektar lahan yang berpotensi akan dibakar untuk membuka lahan.

“Ini perlu kontrol bersama dari jajaran Forkompimcam. Jangan sampai ini menjadi pemicu jumlah hot spot di Kabupaten Sanggau. Status tanggap darurat ke transisi, buka berarti kita sudah posisi baik. Apabila meningkat, bisa saja statusnya dinaikkan ke lebih tinggi,” pungkasnya. (Ram)  

Tentang Redaksi

Cek Juga

Segera Bentuk Satgas, Minta Harga BBM di Tingkat Pengecer Maksimal Rp 12.500

  KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pemerintah Daerah menggelar rapat koordinasi (Rakor) distribusi BBM bersama Forkompimda, SBM PT …