
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pemerintah Kabupaten Sanggau menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (31/08/2026) di halaman kantor Bupati Sanggau.
Apel dipimpin langsung Bupati Sanggau, Yohanes Ontot. Dihadiri pula Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, Kapolres Sanggau, Dandim Sanggau, Danyon, serta perwakilan Forkompimda.
“Saya kira ini kan tidak ada istilah siap tidak siap. Kalau Satgas kita ini kan sudah lama yang dikomandoi Wakil Bupati. Kita lakukan ini agar melihat kesiapan-kesiapan dan mengkroscek secara pararel di setiap kecamatan. Sejauh mana kita siap menghadapi Karhutla ini,” kata Bupati Yohanes Ontot kepada awak media usai apel.
Ia menyebut, Karhutla sudah terjadi secara rutin di negara kita ini. Bahkan kata Ontot, 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, tiada tahun tanpa Karhutla. Ia menegaskan, saat ini perintah Presiden Prabowo sudah jelas. Terlebih pada jajaran TNI/Polri. Tidak ada alasan untuk tidak melakukan tindakan yang agresif dan cepat.
“Ini (Karhutla,red) tidak bisa kita salahkan siapa-siapa. Terkecuali ini terjadi baru sekali. Ini sudah terjadi berkali-kali berpuluh tahun. Kalau ini terjadi seperti ini lagi, itu bukan secara lokal tindakannya tapi secara nasional dan internasional,” terang Ontot.
“Oleh karenanya ini harus dilakukan secara teknologi. Bila perlu negara-negara yang punya teknologi hebat bagaimana bisa membuat kabut ini bisa terurai,” tambahnya.
Disinggung apakah ada lahan di wilayah konsesi perusahaan yang terbakar, Ontot mengaku sejauh ini belum ada. Meski ia mengatakan bisa saja ada oknum-oknum yang sengaja membakar lahan dan mengambinghitamkan peladang.
“Kalau perusahaan takut juga mereka. Sanksinya bisa dicabut izinnya. Kita tidak tahu ini. Manusia ini kan rambut sama hitam, hati siapa tahu. Cuma kita berharap perusahaan juga harus berhati-hati, bekerja sama dengan pihak-pihak,” ungkap Ontot.
Baginya terpenting saat ini adalah penanganan yang massif dan menyeluruh dengan segala upaya.
“Yang jelas tadi saya katakan, tidak bisa lagi menyalahkan siapa-siapa. Harus ada tindakan secara nasional dengan berbagai teknologi yang dipakai. Tidak hanya Bupati atau wakil bupati. Sekuat apa sih kita mampu. Tadi kan sudah kita periksa peralatan. Air juga kering,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya