
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pemangkasan dana transfer daerah berdampak besar pada mengurangnya kemampuan daerah untuk memelihara infrastruktur yang ada. Satu di antaranya ruas jalan Bodok-Bonti. Tahun ini tak ada anggaran pemeliharaan ruas jalan tersebut.
“Bodok-Bonti tiap tahun ada anggaran, kecuali tahun ini. Memang akibat dana transfer daerah berkurang. Makanya jalan ini satu tahun tidak dipelihara pasti akan rusaknya makin berat,” kata Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono.
Ketika ada persoalan mendesak, Dinas PUPR hanya menggunakan dana darurat yang tak seberapa itu.
“Seperti kemarin itu sempat viral, kita sama-sama dikoordinir Pak Camat, perusahaan, kami pun melalui dana darurat yang sedikit itu juga bantu. Itu yang bisa dikerjakan,” ungkap Aris.
Ia mengatakan, ruas jalan yang rusak adalah yang masih kondisi tanah, kerikil. Sedangkan yang sudah beraspal maupun beton, sudah ditangani. Aris menjelasakan, beban maksimal untuk ruas jalan kabupaten tersebut adalah enam ton. Hanya saja terkadang di lapangan, angkutan yang melintas lebih dari batas maksimal itu.
“Makanya mengurangi umur konstruksi jalan. Kita dilema juga, mata pencaharian masyarakat di Sanggau ini kan sawit. Kemudian beban sawit itu tahu sendiri lah, pasti di atas enam ton. Dilemanya, kalau kita batasi mereka juga akan mengeluh dan protes,” ujar Aris.
Agar kerusakan tak terus meluas, untuk tahun-tahun selanjutnya Dinas PUPR tetap mengusulkan, baik melalui Inpres Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Itu titik poinnya, bahwa jalan itu butuh biaya untuk pemeliharaan dan perawatan. Setahun tidak ada anggarannya mulai rusak,” akunya.
Selain di ruas jalan Bodok-Bonti, kerusakan juga terjadi pada jembatan. Ada beralasan jumlah jembatan di sepanjang jalan itu.
“Laporan yang kita terima ada empat atau lima yang kondisinya sudah rusak. Kita sudah melakukan survei, perencanaan, sudah ada desain dan DED-nya. Kita tunggu anggaran yang ada. Ukurannya jembatan kecil, ada yang 5-6 meter, ada yang 20 meter. Jadi titik fokus di Bodok-Bonti selain jalan, juga jembatan,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya