
KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergey Tolchenov beserta jajaran, dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan infrastruktur teknologi nuklir non-daya dan potensi energi bersih di Kalbar, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan tersebut juga menghadirkan perwakilan dari perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, yang merupakan korporasi energi nuklir milik negara Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mendukung target Net Zero Emission sekaligus memperkuat kemandirian energi untuk menopang pertumbuhan industri daerah.
Rencana kerja sama tidak hanya terfokus pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain penjajakan penggunaan reaktor nuklir modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) yang lebih fleksibel bagi wilayah terpencil atau kawasan industri khusus, pemanfaatan radioisotop untuk diagnosis dan terapi kanker di rumah sakit daerah, serta teknologi iradiasi untuk memperpanjang masa simpan produk pertanian unggulan guna mendukung ekspor. Selain itu, turut dibahas program beasiswa dan pelatihan teknis bagi putra-putri daerah di bidang teknik nuklir dan fisika medis.
Gubernur Ria Norsan menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah visioner dalam menjawab tantangan krisis energi di masa depan.
“Rusia memiliki pengalaman panjang dalam teknologi nuklir yang aman dan efisien. Kami ingin memastikan bahwa Kalimantan Barat siap mengadopsi teknologi masa depan yang tidak hanya kompetitif secara biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Rosatom, Anna Belokoneva, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan solusi terintegrasi yang mencakup aspek keselamatan, pembiayaan, hingga pengelolaan limbah sesuai standar internasional yang ditetapkan oleh International Atomic Energy Agency.
“Meskipun teknologi nuklir kerap memunculkan perdebatan publik, kami memastikan seluruh tahapan pengembangan akan mengedepankan prinsip keselamatan, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi global,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga menegaskan komitmen untuk melakukan sosialisasi secara terbuka dan masif kepada masyarakat terkait keamanan teknologi nuklir generasi terbaru yang diusung Rusia.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat membentuk tim teknis guna melaksanakan studi kelayakan (feasibility study), termasuk penentuan lokasi yang aman serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). ***
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya