
KALIMANTAN TODAY, LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak menempuh jalur subsidi langsung untuk menekan tingginya harga kebutuhan bahan pokok di pasaran menjelang bulan Ramadhan dan hari raya raya. Melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar di pelataran Pasar Baru Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Pemkab Landak turun tangan menanggung selisih harga komoditas agar tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.
Jadi, kalau memang ada toko-toko yang menjual lebih tinggi, kami mohon agar dilakukan pembinaan
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan bahwa harga yang dipatok dalam kegiatan pasar murah ini bisa berada di bawah harga pasar karena adanya intervensi dari pemerintah daerah. Pihaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk menambal selisih harga jual dari pemasok, sekaligus menanggung biaya operasional distribusinya.
“Kenapa bisa lebih murah? Karena ada dibayar oleh Ibu Bupati dibayarin selisihnya supaya Ibu-ibu bisa membayar lebih murah ya. Paling tidak ada subsidi ongkos angkut kita yang bawa,” ungkap Karolin saat meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pahauman, Kamis (19/2/2026).
Berkat skema subsidi tersebut, masyarakat Pahauman dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Beras kemasan lima kilogram dijual seharga Rp 60.000, Minya Kita Rp 15.000 per liter, tepung terigu Rp 13.000, serta susu kental manis Rp 1.500. Selain itu, gas elpiji 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan masyarakat karena langka dan mahal, juga turut disediakan dengan harga Rp 20.000 per tabung.
Guspriono Pinus, satu di antara warga yang ikut mengantre, membenarkan bahwa harga gas di pasar murah jauh lebih rendah.
“Sangat menunjang untuk masyarakat yang tidak mampu. Berharga senilai Rp 20.000. Kalau di toko-toko itu sampai Rp 25.000, berkisar sampai Rp 35.000,” sebutnya.
Selain memberikan subsidi secara langsung kepada warga, Pemkab Landak juga menyoroti pentingnya pengawasan harga di tingkat pedagang pasar tradisional. Langkah ini diambil agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan tidak wajar dengan memanfaatkan tingginya permintaan pasar. Karolin secara khusus meminta aparat penegak hukum yang turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengawasi pergerakan harga komoditas.
“Kami juga mohon kerja samanya pihak kepolisian dan kejaksaan untuk memonitor barang-barang pokok yang sudah ditetapkan harga eceran tertinggi di pasar. Jadi, kalau memang ada toko-toko yang menjual lebih tinggi, kami mohon agar dilakukan pembinaan dan kemudian ditelusuri sebenarnya persoalannya itu kenapa bisa lebih mahal gitu daripada harga yang ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Karolin.
Langkah proaktif Pemkab Landak ini nyatanya dilakukan di tengah situasi keuangan pemerintah yang sedang tertekan. Karolin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat adanya pemotongan alokasi dana secara signifikan. Dampak pemotongan ini bahkan sangat dirasakan hingga ke tingkat pemerintahan desa.
Sebagai contoh, alokasi Dana Desa yang biasanya diterima sebesar Rp 1 miliar, kini menyusut tajam menjadi hanya sekitar Rp 700 juta. Kondisi tersebut menyebabkan banyak usulan pembangunan fisik maupun program pemberdayaan dari perangkat desa tidak dapat diakomodasi sepenuhnya.
Sebagai solusi jangka panjang di tengah keterbatasan ini, Karolin mendorong pemerintah desa untuk segera mengaktifkan koperasi desa. Ia mencontohkan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Pahauman yang diharapkan kelak bisa mandiri menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar, melalui subsidi mandiri dan kerja sama langsung dengan Bulog.
Karolin juga meminta masyarakat untuk memaklumi situasi anggaran saat ini, sembari berharap intervensi pangan yang dilakukan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat nyata di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global.
“Mohon dimaklumi yaitu tadi situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia juga sedang berjuang untuk bisa jangan sampai kita jatuh dalam krisis ekonomi yang bisa membahayakan situasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dan mudah-mudahan bisa terlaksana lagi kembali,” pungkas Karolin. ***
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya