
KALIMANTAN TODAY, KUBU RAYA — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mewakili Gubernur Kalimantan Barat, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Wisuda Universitas Terbuka (UT) Pontianak Tahun 2026 yang berlangsung di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (7/2/2026).
Pada Wisuda Tahap I ini, Universitas Terbuka Pontianak mewisuda sebanyak 793 wisudawan dan wisudawati. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terdapat satu calon wisudawan yang meninggal dunia pada Desember 2025 lalu.
Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK RI, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang menyampaikan orasi ilmiah mengenai peran teknologi dalam transformasi pendidikan tinggi.
Prof. Ojat menegaskan bahwa kemajuan teknologi memungkinkan perkuliahan dilakukan secara jarak jauh lintas wilayah bahkan lintas negara.
“Dengan teknologi modern, perkuliahan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Masyarakat di Sambas, Sanggau, Sekadau, Kapuas Hulu, Ketapang, maupun Landak tidak harus meninggalkan domisili untuk menempuh pendidikan hingga Sarjana, Magister, bahkan Doktor melalui Universitas Terbuka,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa UT menjadi pilihan strategis bagi generasi muda, dengan sekitar 75 persen mahasiswa UT berusia di bawah 24 tahun.
Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen paling efektif dalam rekayasa sosial dan peningkatan kemajuan daerah.
“Jika Kalimantan Barat ingin sejajar dengan provinsi-provinsi maju, maka yang harus dikelola adalah SDM-nya,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Sekda Harisson menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda perjuangan panjang yang dilalui para lulusan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan-wisudawati atas capaian membanggakan ini, serta kepada keluarga yang telah memberikan dukungan, doa, dan motivasi,” ujar Harisson.
Sekda juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar tahun 2025 sebesar 72,09, yang berada pada kategori tinggi.
“Capaian ini patut disyukuri, namun juga menjadi pengingat bahwa peningkatan SDM harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia kerja, dan masyarakat,” jelasnya.
Harisson turut mengapresiasi Universitas Terbuka atas dedikasinya dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel.
“UT telah membuka kesempatan pendidikan tinggi yang terjangkau tanpa harus meninggalkan peran dan tanggung jawab masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap UT Pontianak terus memperkuat inovasi teknologi pembelajaran, memperluas layanan pendidikan, serta menjaga kualitas akademik secara berkelanjutan.
Sekda juga menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, etika, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan sosial.
“Teruslah belajar, berkarya, dan mengabdikan ilmu untuk kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, mewakili Rektor UT, Ketua LPPM UT Pontianak, Prof. Dr. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa UT telah naik kelas menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum melalui PP Nomor 39 Tahun 2022.
“Dari lebih 4.500 perguruan tinggi, hanya 24 yang berstatus PTNBH. Anda harus bangga menjadi lulusan Universitas Terbuka,” ujarnya.
Pada wisuda kali ini, UT Pontianak mengusung tema “Bersama UT Pontianak, Menjangkau Tanpa Batas”, sebagai komitmen menghadirkan layanan pendidikan hingga ke pelosok Kalimantan Barat.
Acara wisuda turut dihadiri perwakilan Rektor UT, Wakil Rektor Universitas Tanjungpura Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ahmadi, M.Si., para dosen dan civitas akademika UT Pontianak, serta orang tua dan keluarga wisudawan-wisudawati. (sma/mzr)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya